oleh

PDP di Lampung Bertambah

RADARLAMPUNG.CO.ID – Dinas Kesehatan (Dinkes) Lampung mencatat per Rabu (25/3) jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) virus Corona (Covid-19) di Lampung menjadi 11. Jumlah ini naik dari sebelumnya delapan pasien.

Dari jumlah ini, satu diantaranya telah dinyatakan positif satu orang laki-laki berusia 62 tahun tengah mendapatkan perawatan intensif di Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Moeloek (RSUDAM) sejak 14 Maret lalu.

Sementara selain pasien positif ada beberapa PDP yang tengah mendapatkan perawatan juga. Rinciannya lima PDP di RSUDAM, satu PDP di RS Urip Sumiharjo, satu PDP di RS A. Yani Metro, dua PDP di RS Bob Bazar Kalianda, dan satu PDP di RS Bunda Assyifa Bandarlampung.

Namun PDP kini tengah menunggu hasil swab tes yang telah diambil dan dikirimkan ke Litbangkes untuk mengetahui kondisinya. Namun Kadinkes Lampung yang juga ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 di Lampung Reihana menegaskan PDP belum tentu positif Covid-19.

Baca :   Penyemprotan Disinfektan Serentak di Lamteng Sasar 18 Titik Ruang Publik

”Iya belum tentu PDP itu positif (Covid-19) karena di Lampung saja ada 3 PDP dinyatakan negatif,” ungkap Reihana Rabu (25/3) melalui pesan WhatsApp-nya.

Selain PDP dan satu orang yang dinyatakan positif sedang mendapatkan perawatan, Dinkes melalui tim surveilance tengah memantau 154 orang dalam pemantauan (ODP) di seluruh Lampung.

Sementara dalam mempersiapkan antisipasi penyebaran Covid-19 di Lampung, Reihana menyebut kini tengah mempersiapkan berbagai hal. Selain 30 rumah sakit yang telah disiapkan dan tersebar di Lampung, tenaga medis pun disiapkan.

”Kesiapan SDM kami semua di Lampung ada dokter 2.000an termasuk spesialis, perawat ada 6 000, dr. gigi kurang, tapi memang yang masih kurang analisis lab. Tapi dengan segala yang kami punya kami akan maksimal. Karena nggak bisa kami nggak punya tenaga kami nggak kerja. Kami kerja dengan ikhlas, tenaga semua kita siap,” tambah Reihana.

Baca :   Sopir Jemaah Rombongan Pasien Corona Meninggal di Bengkulu Tak Ikut Jalani Isolasi di RSBNH

Untuk itu dirinya meminta masyarakat tidak panik. Karena kepanikan akan menimbulkan efek pelemahan pada system imun tubuh. ”Hanya masyarakat sedikit panik, tolong dikurangi kepanikan itu karena akan menaikkan hormon kortison. Yang akhirnya akan menyebabkan daya tahan tubuh menurun, kemudian jika ada virus masuk (system imun) bisa kalah dengan virusnya. Kalau daya tahan tubuh kuat, rapid tes positif kita sehat akan menang,” tambahnya. (rma/sur)

Komentar

Rekomendasi