oleh

Pengguna Jalan Tol Masih Banyak yang Tak Tertib Isi E-Toll

RADARLAMPUNG.CO.ID – Upaya pencegahan penyebaran virus Corona (Covid-19) di Lampung terus dilakukan, salah satunya di Jalan tol. Sayangnya, imbauan tak melakukan top up di Gerbang Tol (GT) ternyata tak diindahkan pengguna jalan tol trans Sumatera (JTTS).

Petugas tol akhirnya terpaksa mengisikan saldo e-toll yang tidak mencukupi saldo saat keluar GT. Padahal, upaya pencegahan covid-19 melalui peredaran uang tunai seharusnya mulai diterapkan.

Karena itulah Hutama Karya selaku pengelola jalan tol berharap masyarakat ikuti anjuran pemerintah salah satunya mengurangi interaksi melalui isi saldo di GT.

“Sebenarnya kami sudah menerapkan untuk meniadakan top up saldo e-toll di GT. Ini kan kami lakukan Guna menyadarkan dan mencegah semua masyarakat dan petugas tol kami karena pesatnya penyebaran covid 19. Maka kami berharap semua pengendara penuhi saldo sebelum masuk sesuai arah tujuan yang akan dituju, tapi kami sesalkan masih banyak tidak dilakukan oleh pengguna jalan,” beber Kepala Cabang HK Ruas Bakauheni-Terbanggbesar Hanung Hanindito melalui rilis Rabu (25/3).

Hal ini sangat disayangkan, apalagi tidak ada yang mengetahui apakah dirinya merupakan carier atau tidak dalam perjalanan menuju Lampung. Hanung berharap masyarakat ikuti anjuran ini, karena untuk kepentingan bersama ditengah mudahnya covid-19 menyebar.

“Kami minta patuhlah, karena kita tidak tahu siapa yang carier atau lainnya. Kan kasihan kalau salah satu petugas kami atau pengguna jalan yang tertular. Maka kami menyetop layanan top up di GT. Ini masalah sangat serius, dan upaya tidak top up di GT itu salah satu membentengi berbagai pihak, untu menghentikan sebaran. Dengan isi saldo bisa membantu,” lanjutnya.

Imbauan ini sebenarnya telah banyak diserukan di GT, mulai banner hingga pengumuman melalui pengeras suara di semua GT.

Kemudian Kepala Cabang HK Ruas Terbanggibesar-Pematangpanggang-Kayuagung Yoni Satyo juga berharap penerapan ini bisa dilakukan seutuhnya oleh pengguna jalan tol.

Apalagi jalan tol tetap beroperasi dan tidak menerapkan work from home. Karena itulah, dalam penunjang pelayanan jalan tol HK berharap masyarakat ikuti aturan ini.

“Kan memang dengan menghilangkan top up itu sebagai pengurangan interaksi, kami ini memastikan seluruh proses maupun jalan tol dapat berfungsi dengan baik dan tidak ditutup atau apapun. Yang perlu diketahui, kami juga tidak bisa bekerja dari rumah. Maka kami minta dibantu dengan tidak melakukan top up agar kami teta dalam kondisi sehat. Kita saling membantu, pengguna jalan sehat begitu pula pengelola jalan tol,” tandas Yoni. (rma/rls/sur)

Komentar

Rekomendasi