oleh

Perkuliahan Daring di Itera Efektif, Mahasiswa Butuh Dukungan Provider

RADARLAMPUNG.CO.ID – Perkuliahan dalam jaringan (daring) yang diterapkan Institut Teknologi Sumatera (Itera) selama masa tanggap darurat Corona Virus Disease (Covid-19) berjalan efektif. Mahasiswa dan dosen saling terkoneksi melalui sistem kuliah.itera.ac.id dan aplikasi pendukung. Bahkan, Ujian Tengah Semester (UTS) juga dilaksanakan secara online.

Salah satu mahasiswa Itera dari Program Studi Teknik Lingkungan Fitria Alya Sari menyebut, sistem perkuliahan daring sebenarnya bukan hal baru bagi dirinya dan mahasiswa Itera lainnya. Sebab selama ini, beberapa mata kuliah sudah diterapkan secara daring oleh dosen sebagai bentuk penyesuaian terhadap perkembangan teknologi. Sehingga belajar dengan metode daring dalam situasi tanggap darurat Covid-19 saat ini, dapat berjalan efektif sebagai ganti perkuliahan tatap muka.

“Kemudahan dari kuliah daring ini adalah kita bisa belajar atau mengerjakan tugas dan soal ujian tengah semester (UTS) di mana pun kita berada dan bebas open akses,” ujar Alya, Kamis (26/3).

Dirinya mengakui, awalnya sempat merasa cemas dengan pengeluaran untuk membeli kuota, namun Alya mengaku sangat terbantu dengan program promosi dan kerjasama Itera dengan provider internet yang memberikan akses gratis untuk mengakses laman kuliah.itera.ac.id, meski ada batas maksimal.

“Sampai saat ini akses internet ke sistem belajar daring Itera lancar dan stabil, mudah-mudahan ke depan akan banyak dukungan dari provider lain juga,” ungkap mahasiswi yang juga duta kampus itu.

Terpisah, Dosen Program Studi Fisika Itera Rahmat Nawi Siregar, S.Pd. M.Sc., menyampaikan pelaksanaan kuliah daring sudah berjalan efektif sejak Rektor mengeluarkan edaran pencegahan Covid-19 di Itera. Menurutnya, pelaksanaan kuliah daring, selain memanfaatkan sistem yang sudah disiapkan yaitu laman khusus kuliah.itera.ac.id juga para dosen memanfaatkan berbagai aplikasi gratis yang mudah diakses mahasiswa seperti YouTube, Google Classroom, dan lainnya.

“Kuliah daring sudah dilaksanakan seperti dengan YouTube. Dosen mengunggah video maksimal 3 video dengan durasi maksimal 20 menit setiap videonya. Video tersebut dijadwalkan tayang sesuai jam kuliah. Dan untuk memastikan mahasiswa ikut menonton mereka wajib absen via live chat yang disediakan saat perkuliahan berlangsung,” jelasnya.

Dia melanjutkan, setelah menonton video, mahasiswa juga diminta mengumpulkan catatan dan dikirimkan melalui aplikasi kuliah.itera.ac.id sebagai bukti yang bersangkutan mengikuti kuliah. Mahasiswa yang melewati tenggat upload catatan, akan dinyatakan tidak mengikuti perkuliahan, sehingga mahasiswa tetap harus disiplin, dan dosen perlu kreatif.

“Pada pelaksanaan UTS dilakukan dengan daring, kualitas soal juga diset sedemikian rupa sehingga soalnya tidak bisa diselesaikan hanya dengan melihat buku karena butuh analisa mendalam. Jadi di fisika, sekalipun kita melihat buku, kita akan kesulitan mengerjakan soal jika tidak faham konsepnya. Semoga kondisi ini membuat kita lebih tanggap dengan perubahan, dan jika kampus yang belum mempunyai sistem elearning seperti kuliah.itera.ac.id, bisa menggunakan platform Google classroom, Google meet dan Zoom,” pungkasnya. (rur/rls/sur)

Komentar

Rekomendasi