oleh

PMI Lampung Krisis Stok Darah

radarlampung.co.id – Unit Transfusi Darah (UTD) Palang Merah Indonesia (PMI) Lampung kekurangan stok darah. Bahkan pengurangan mencapai 90 persen.

Kepala UTD PMI Lampung dr. M. Aditya M.Biomed mengatakan, keterbatasan stok darah terjadi di tengah mewabahnya virus Corona.

“Sangat Kurang. Kami mengerti kondisi dan situasi seperti ini tidak boleh kumpul-kumpul. Sementara, kita donor itu berkumpul. Kemudian sekolah, perguruan tinggi, dan kantor yang biasa menjadi tempat pendonoran darah libur. Jadi memang sulit,” kata Aditya, Kamis (26/3).

Menghadapi kondisi ini, pihaknya menyiasati agar masyarakat tetap bisa mendonorkan darah. Di antaranya dengan penyemprotan disinfektan dan langkah lain. “Selama tidak ada bukti penularan, bisa transfusi darah,” sebut dia.

Aditya juga merasa dilematis. Sebab dalam kondisi seperti ini, pihak rumah sakit tetap meminta suplai darah. Terutama untuk pasien thalasemia dan demam berdarah. 

“Sekarang, terpaksa keluarga (pasien) yang donor darah. Sebenarnya itu tidak dianjurkan oleh WHO. Karena tidak semua pasien punya keluarga di Bandarlampung. Jadi kami juga tetap fokus (penyebaran virus Corona) tanpa melupakan pasien yang memerlukan transfusi darah,” tandasnya. (mel/ais)

Komentar

Rekomendasi