oleh

Pria Ini Nekat Cabuli Penari Kuda Lumping yang Masih di Bawah Umur

RADARLAMPUNG.CO.ID – Mulyono (34), warga Tiyuh Balam Jaya, Kecamatan Way Kenanga, Kabupaten Tulangbawang Barat, harus berurusan dengan aparat Polsek Banjaragung. Ini lantaran dirinya dilaporkan telah mencabuli RS (13), warga Kampung Warga Makmur Jaya, Kecamatan Banjaragung, Kabupaten Tulangbawang.

Kapolsek Banjaragung Kompol Rahmin mewakili Kapolres Tulangbawang AKBP Andy Siswantoro mengatakan, Mulyono ditangkap pada Kamis (26/3) sekira pukul 21.30 WIB di Kampung Warga Makmur Jaya.

Penangkapan tersebut bermula dari laporan Ibnu Krisdiawono (37) yang merupakan ketua RT di Kampung Warga Makmur Jaya.

Laporan tersebut tertuang dalam Laporan Polisi Nomor : LP/15/B/III/2020/Polda lpg/Res Tuba/Sek Banjar, tanggal 23 Maret 2020.

Aksi pelaku terungkap dari kecurigaan warga atas aktivitas Mulyono yang sering tinggal dan menginap di rumah korban RS. Korban merupakan anak dari rekannya sendiri.

Ya, korban tinggal bersama kakak perempuannya yang sudah memiliki suami. Korban dan pelaku pun merupakan satu tim kesenian kuda lumping. Korban merupakan sang penari dan pelaku penabuh gendang. Pelaku juga kenal dengan kakak perempuan korban, karena itu pelaku sering menginap di rumah korban.

“Untuk mencegah terjadinya hal yang tidak diinginkan, ketua RT melaporkan ini ke Mapolsek Banjaragung. Dari hasil pemeriksaan awal terhadap korban, bahwa benar dirinya telah menjadi korban cabul pelaku,” kata Rahmin kepada radarlampung.co.id, Jumat (27/3).

Menurut keterangan korban RS kepada aparat Polsek Banjaragung, aksi bejat Mulyono yang sehari-hari berprofesi sebagai petani itu terjadi pada Senin (23/3) sekira pukul 19.00 WIB, di dalam kamar korban.

“Saat itu pelaku langsung masuk ke dalam kamar korban dan langsung mencium pipi serta bibirnya, lalu memegang payudara serta alat kelamin korban. Aksi pelaku berlangsung sekira 1 jam hingga pelaku mengeluarkan cairan dari alat kelaminnya,” tandasnya.

Guna mempertanggung jawabkan perbuatannya, pelaku saat ini masih dilakukan pemeriksaan secara intensif di Mapolsek Banjaragung dan akan dijerat dengan Pasal 82 ayat 1 Jo Pasal 76E Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 tahun 2014 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. (nal/sur)

Komentar

Rekomendasi