oleh

Ternyata, Tiga Bangunan yang Longsor di Ketapang Masuk Zona Merah

radarlampung.co.id – Sebanyak tiga unit bangunan yang berada di Jalan Soekarno-Hatta, Kelurahan Ketapang, Kecamatan Panjang mengalami amblas terbawa longsor akibat hujan lebat. Namun, lokasi ini masuk zona merah.

Lurah Ketapang Dody Irwanto mengatakan, kejadian itu disebabkan karena faktor alam, hujan lebat yang disertai angin kencang, serta ada aliran sungai dari Kelurahan Bumi Waras.

Dia menyebutkan, lokasi tersebut merupakan tanah pemerintah yang bangun secara ilegal. Atau masuk dalam zona merah yang dilarang mendirikan bangunan.

“Ini udah ada pembatas jalan mobil , apa pun bentuknya, karena masyarakat ini awalnya hanya mendirikan secara kecil tempat usahanya, sekarang malah dibuat semi permanen,” katanya kepada Radar Lampung, Jumat (27/3).

Pada awalnya, bangunan disekitar lokasi hanya berdiri satu bangunan usaha kecil, tahunya seiring waktu ada tiga bangunan, usaha bengkel, press pelek dan tambal ban. “Pemiliknya tiga orang,” imbuhnya.

Dia mengakui, pemilik bangunan tidak pernah melapor ke Kepala Lingkungan, RT, maupun lurah. Terkait kejadian, pihaknya tidak bisa memberikan bantuan, lantaran bukan berada daerah dipemukiman.

“Setelah kejadian ini baru kita beri teguran untuk warga yang mendirikan bangunan di sekitar sini tidak diperbolehkan lagi ada bangunan,” cetusnya.

Lanjutnya, meskipun lokasi masuk Kecamatan Panjang, tetapi lokasi masuk wilayah jalan negara yakni zona merah, maka Pemerintah Kota Bandarlampung tidak menanggung kerusakan.

“Walaupun ini masuk wilayah Kecamatan Panjang. Kan sudah jelas tidak boleh mendirikan bangunan di atas lahan negara ucapnya, jadi tidak ada uang pengganti,” tegasnya.

Dia menegaskan, pemerintah kota melalui Kelurahan Ketapang akan menindak tegas, untuk tidak membuat usaha di zona larangan atau di atas lahan pemerintah.

Salah satu pemilik bangunan yang terdampak longsor Bannner Siregar (36) menceritakan kronologi kejadian. Kejadian diperkirakan terjadi sekita pukul 04.00 WIB, Jumat (27/3) dini hari.

Benner waktu itu dalam posisi sedang tidur, tiba-tiba dirinya dikejutkan adanya suara gruduk-gruduk merasakan bangunan bergetar lalu bergeser. “Saat itu juga saya langsung terbangun, pada waktu saya lihat rumah ini sudah turun sebagian ke bawah,” jelasnya.

Untungnya, saat kejadian longsor, anak dan istrinya tidak berada di lokasi. Keduanya sedang di rumah neneknya. Banner menyebutkan tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu, selain kerugian materil, berupa satu unit peda motor, kompresor, kulkas, televisi, dan alat-alat servis kendaraan. “Jika ditaksir sekitar 80 jutaan,” imbuhnya.

Banner juga mengungkapkan, wali kota, camat, lurah dan kepolisian sudah menengok lokasi. Dia berharap, pihaknya masih bisa berdagang kembali. “Semoga ada pergantian dari pemerintah kota, karena ini usaha saya dari nol. Saya rintis di lokasi ini,” harapnya. (apr/ang)

Komentar

Rekomendasi