oleh

Silahkan Ijab Kabul, Tapi Tidak untuk Resepsi!

RADARLAMPUNG.CO.ID – Puluhan anggota Polsekta Kedaton menghentikan sebuah pesta pernikahan di Jalan Ratu Dibalau, Gang Kecil, RT. 02 LK 02, Waykandis, Tanjungsenang, Bandarlampung, Minggu (29/3) pagi.

Tampaknya, maklumat Kapolri untuk tidak membuat perkumpulan orang banyak belum diindahkan sebagian orang, seperti dengan bekat menggelar pesta pernikahan.

“Saya sendiri yang memimpin tadi, jadi kita mendengar akan ada yang menggelar pesta pernikahan karena sudah ada tenda juga alat musik, dan kerumunan warga melebihi sepuluh orang,” kata Kapolsekta Kedaton Kompol M. Daud.

Menurutnya, saat itu petugas mengizinkan pihak keluarga untuk melanjutkan prosesi akad nikah, dengan catatan menggunakan SOP yang telah ditentukan, seperti mencuci tangan juga mengatur jarak.

“Akad sudah dilangsungkan, setelah itu kita berikan pengertian mengenai maklumat Kapolri untuk tidak berkumpul dalam acara apapun dan sekarang mereka sudah sah dimata hukum dan agama,” ujarnya.

Pihaknya juga turut serta dalam melakukan pembongkaran dilanjutkan penyemprotan disinfektan.

“Disemprot dulu tendanya, abis itu kita bongkar. Gak ada lagi yang kumpul-kumpul dan untuk makan-makan mereka lakulan dengan membungkus makanan untuk dibawa pulang,” tandasnya.

Tidak jauh berbeda dengan apa yang dilakukan Polsekta Tanjungkarang Barat (TkB) yang membubarkan warung internet dan penyewaan play station, juga kafe di wilayah Pahoman, Bandarlampung.

“Iya, semalam kita adakan giat patroli pencegahan penularan virus Corona dengan cara menyuruh pulang yang sedang berada di cafe ataupun tempat lainya untuk pulang dan jaga kesehatan,” ungkap Kapolsek TkB Kompol Hari Budiyanto.

Sementara itu, Kapolresta Bandarlampung Kombes Yan Budi Jaya dengan tegas hingga sekarang pihaknya tidak menerbitkan surat izkn keramain hingga waktu yang belum ditentukan.

“Sejak dikeluarkan maklumat itu, kita sudah tidak mengeluarkan izin kemaramain. Tapi kalau untuk total berapa ratus yang kita cancel kurang paham,” jelasnya.

Terkait pembubaran massa, pihaknya juga akan bertindak tegas membantu Pemerintah dalam upaya pencegahan dan jika masih ada saja yang bandel pihaknya akan langsung melakukan penyemprotan paksa.

“Kalau masih bersikeras juga langsung kita semprot disinfektan, tapi yang disemprot bukan orangnya, melainkan tenda dan tempat duduknya. Karena kalau sudah disemprot mau gak mau mereka akan pergi,” pungkasnya. (mel/sur)

Komentar

Rekomendasi