oleh

Yuk Berbagi bersama KPCDI

radarlampung.co.id  – Dampak dari kenaikan harga dan hilangnya masker dan hand sanitizer dari pasaran membuat kalang kabut pasien gagal ginjal kronik. 

Sudah berbulan-bulan, pasien gagal ginjal yang menjalani terapi cuci darah melalui rongga perut atau CAPD dan transplantasi ginjal tercekik lehernya dengan naiknya harga kedua barang tersebut.

Padahal, kedua barang itu merupakan kebutuhan utama para pasien. Ada dan tidak adanya virus corona, kedua barang itu harus dibeli, dan tidak ditanggung oleh BPJS Kesehatan. Hal ini dibenarkan Ketua KPCDI Lampung Herlintati, S. Sos.,MIP., M.Si pada radarlampung.co.id pada Minggu (29/3).

Bahkan kata Ellin -sapaan akrab Herlintati- Standar Operasional Prosedur (SOP) nya, ketika proses mengganti cairan dialisis, masuk dan keluar cairan lewat kateter menuju membran perut, pasien wajib menggunakan masker. “Tempat meja peralatan juga harus dibersihkan dengan alkohol. Tangan harus bersih dicuci dengan menggunakan hand sanitizer secara berulang-ulang,”ucapnya. 

Karena jika SOP dilanggar kata dia, proses yang disebut di atas akan menimbulkan penyakit infeksi. “Infeksi yang terjadi menjadi faktor utama kematian pasien gagal ginjal dengan metode CAPD,” tambahnya. 

Dalam menghadapi situasi ini, Pengurus Pusat KPCDI memohon segenap donatur baik perorangan, perusahaan atau organisasi dapat menyumbangkan masker dan hand sanitizer. Barang yang terkumpul akan kami salurkan kepada anggota KPCDI yang kurang mampu, dan berada di daerah pelosok.

Ellin juga mengajak masyarakat untuk mari berbagi. Bantuan bisa langsung diberikan di pusat melalui Amadeus Dewa.Jalan Kramat Pulo dalam 2 no. G65a Senen Jakarta pusat 19450.No.Kontak : 081312241818 (Telepon & WhatsApp).

Dan bisa disalurkan ke cabang-cabang dengan kontak Jakarta (Amadeus 081312241818), Bekasi (Nia 085710417098), Bogor (Evert 081219824823), Banten (Hardono 08129323879), Depok (Supratman 082111721978).

Lalu,  Sumatera Utara (Aimma 081260308804), Riau – Pekanbaru (Irma 081365291181),Jambi (Anne Yholanda082186461907), Sumatera Selatan (Nimas 082375716721),

Lalu,  Lampung (Ellin (081366800288), Jawa Barat (Fajar sidik 087733772333), Banyumas (Tangkas 081327252642), Semarang (Atok Irrohman 085643829089), Yogyakarta (Hanny 085727378696),

Kemudian, Jawa Timur (Lipah 85648318410)
, Kalimantan Barat (Rhein 085252311975),
Kalimantan Timur (Mawar 081649762010)
,dan Kupang (Noura Susantri 082266441025). (gie/ang)

Komentar

Rekomendasi