oleh

Dua Warga Terseret Arus Banjir Bandang di Kampung Pasar Ambon

RADARLAMPUNG.CO.ID – Hujan mengguyur Kota Bandarlampung mengakibatkan perkampungan padat penduduk yang berada di jalan R.E. Martadinata, Gg. Langgar, Kelurahan Pesawahan, Kecamatan Telukbetung Selatan, Bandarlampung, terendam banjir, Senin (30/3) petang.

Salah satu warga yang juga terkena banjir, Soni menuturkan, air meluap begitu cepat, hanya dalam waktu 10 menit, perkampungan sudah digenangi air. Air banjir mulai datang sekitar pukul 19.15 WIB.

“Banjir ini kiriman dari gunung. Kemudian air meluap dari kali Belahu. Kalau di sini hujannya kecil, hujannya agak deras di gunung, makanya banjir,” ujarnya.

Menurutnya, banjir tersebut merupakan banjir tahunan, dan kerap terjadi jika saat musim hujan. Sehingga, pihaknya selalu bersiap-siap jika memasuki musim hujan.

“Di sini kalau musim hujan pasti banjir. Tapi untungnya warga di pinggir kali sudah kasih tahu, jadi kami di sini bisa beres-beresin barang,” ujarnya.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Bandarlampung Sutarno saat dikonfirmasi mengatakan dirinya bersama timnya tengah turun ke lokasi.

“Iya benar. Saat ini saya sedang di lokasi. Untuk detailnya nanti ya. Personil kami juga masih di lapangan,” jawabnya singkat.

Sementara, Kapolsek TbT Kompol Faisolsyah menerangkan bahwa ada korban jiwa dalam peristiwa banjir bandang tersebut. Saat ini jenazahnya dibawa ke kediaman orang tuanya di Kelurahan Karang.

Di mana, diketahui terdapat dua orang terbawa arus. “Semua ketemu tapi satu ditemukan meninggal dunia tertimpa tembok. Pria berusia 40 tahun,” ujarnya.

Wali Kota Bandarlampung Herman H.N. juga langsung mendatangi lokasi untuk meninjau langsung bencana banjir bandang di sekitar Kecamatan TbT.

Ya, banjir bandang tersebut menggenangi puluhan rumah di Kampung Pasar Ambon, Jalan RE Martadinata, Gang Langgar, Kelurahan Pesawahan, Telukbetung Selatan.

Dari pantauan di lokasi, banjir bandang telah merendam rumah-rumah warga dengan kedalaman sekitar setinggi pinggang orang dewasa. Seluruh warga terutama anak-anak dan orang tua tengah mengungsi di salah satu musala yang berada di lokasi tersebut.

(rur/sur)

Komentar

Rekomendasi