oleh

Kenalkan Anak Tentang Covid-19 Melalui Simulasi, Ortu Wajib Kreatif

RADARLAMPUNG.CO.ID – Orang tua harus mampu memberikan simulasi terkait pemahaman tentang covid-19 ke anak-anaknya, terutama kepada anak berusia sekolah dasar (SD). Hal ini sebagai upaya untuk memberikan penjelasan dan edukasi terkait covid-19 kepada anak-anak.

Dra. Renyep Proborini, M.Ed.Psy., mengatakan, pada prinsipnya anak-anak membutuhkan semacam simulasi mengenai bagaimana covid-19 itu menyebar, lalu dampak dari covid-19 itu apa.

“Itukan ada banyak di internet, bisa ditunjukkan. Jadi anak-anak memang membutuhkan visualisasi, jadi ada gambar, misalkan pegangan lalu menyebar, bersentuhan menyebar, seperti itu. Dan itu digambarkan dalam bentuk visualisasi. Agar mereka lebih memahami, dan mengerti apa yang sedang terjadi saat ini,” ujarnya, Selasa (31/3).

Dekan Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Lampung tersebut juga menuturkan, orang tua pun perlu mengajarkan di rumah dengan praktik langsung, misalkan orang tua memberikan contoh memakai masker di rumah, nanti akan menimbulkan pertanyaan di benak anak dan rasa ingin tahu. Sehingga, anak akan menanyakan kenapa memakai masker di rumah.

“Jadi orang tua bisa mengajarkan lewat itu. Kalau hanya penjelasan saja tidak cukup, sebab penjelasan itu artinya yang kita rangsang teliga, itu tidak cukup. Tantangan kita besar, yaitu naluri anak-anak untuk bermain. Jadi kita mengajarkan itu juga perlu melalui mata, gerakan dan lainnya dengan visualisasi yang kita buat,” jelasnya.

Ia berharap, dengan simulasi yang dilakukan oleh orang tua, anak akan menjadi lebih paham.

“Artinya semua perlu disimulasi, diingatkan, dan harus konsisten. Saya rasa, sampai anak usia SD masih OK dengan cara seperti itu. Kalau anak usia SMP berbeda lagi caranya, itu bisa dilakukan dengan diskusi,” ucap Ketua HIMPSI wilayah Lampung tersebut.

Rini menambahkan, ketika anak mengerjakan tugas yang diberikan guru di masa belajar di rumah ini, orang tua juga harus bisa menemani dan membantu mengerjakan tugas. Serta bisa menciptakan suasana yang edukatif di dalam rumah agar anak tidak merasa jenuh dan bosan. (rur/sur)

Komentar

Rekomendasi