oleh

Bagaimana Ini? Tak Ada APD, Petugas Medis Pakai Jas Hujan, Masker Beli Sendiri

radar Lampung.co.id – Ketua DPRD Pesawaran M. Nasir, menilai upaya pemerintah guna memerangi penyebaran dan penularan virus Corona (Covid-19) di kabupaten itu masih setengah hati.

Hal ini terlihat dari hasil kunjungan yang dilakukan M. Nasir pada beberapa puskesmas dan klinik di Gedongtataan. Ketersediaan alat pelindung diri (ADP) bagi para tenaga medis sangat memprihatinkan.

Bahkan, tenaga medis terpaksa menggunakan jas hujan untuk menghindari terpapar virus. Kemudian mandiri membeli masker. Termasuk alat pengukur suhu badan atau thermogun. Belum tersedia. Masih menggunakan cara manual.

“Setelah kita lihat, memang sangat memprihatinkan sekali. Sebenarnya terkait hal ini sudah pernah kita sampaikan kemarin pada rapat Gugus Tugas Covid-19. Saya mendapatkan banyak sekali keluhan,” kata Nasir.

. Nah hari ini saya buktikan sendiri dengan saya berkeliling turun langsung di beberapa Puskesmas yang ada di Gedongtataan. Ternyata betul, jangankan untuk APD, masker saja  mereka sangat kekurangan, contoh di 4 Puskesmas yang sudah saya kunjungi ini, belum ada APD yang disiapkan pemerintah,”ungkap Nasir saat meninjau langsung ke lokasi, Kamis (2/4).

Dari kunjungan tersebut, Nasir juga melihat ruang isolasi sangat darurat dan tidak layak. “Ini sangat jauh dari apa yang dilaporkan Dinas Kesehatan. Katanya, APD pada 13 puskesmas sudah lengkap. Tapi ini kami lihat tidak ada. Diperparah dengan ruang isolasi. Saya lihat darurat dan tidak standar” tegasnya.

Untuk itu, pihaknya berharap kepada Dinas Kesehatan Pesawaran segera mencarikan solusi. Bukan hanya bercerita, tetapi tidak sesuai dengan fakta di bawah.

“Harapan saya, Kepala Dinas Kesehatan cepat carikan solusinya. Sesegera mungkin. Bila perlu, besok sudah terlengkapi. Khususnya puskesmas yang ada di pinggir jalan raya,” pintanya.

Ketua DPC PDIP Pesawaran ini melanjutkan, terkait minimnya APD, pihaknya segera memanggil Diskes untuk hearing. “Terkait hal ini, kita akan segera panggil pihak Diskes untuk hearing. Karena kapan lagi. Apalagi kalau di Gedongtataan. Ini merupakan tempat singgahnya banyak orang. Bukan orang Pesawaran saja yang datang. Jika terlihat batuk-batuk pilek, ternyata mereka terpapar virus Corona, ini kan bahaya. Kasihan dong para perawat dan tenaga medis yang ada di sini. Tidak dilindungi dengan alat standar,” tandasnya. (ozi/ais)

Komentar

Rekomendasi