oleh

Dampak Covid-19, Hotel-Hotel Ini Pilih Tutup Sementara

radarlampung.co.id – Dampak terjadinya Covid-19, Beberapa Hotel di Provinsi Lampung lebih menutup sementara usahanya.

Informasi yang dihimpun radarlampung.co.id, sejumlah hotel yang saat ini memilih untuk tutup sementara antara lain, Emersia Hotel and Resort Bandarlampung, Swiss-Belhotel Lampung, dan Hotel Radisson Lampung Kedaton.

Kemudian, Sheraton Lampung Hotel, Yunna Hotel Lampung, Hotel Nusantara Syariah Lampung, dan beberapa hotel lain.

Dozen Corporate Emersia Hospitality Manajemen, Rafizon Chaniago mengaku, memilih untuk tutup dan tidak menerima tamu sementara waktu, terhitung mulai tanggal 1 sampai 30 April mendatang.

”Jadi dalam rangka menjalankan arahan pemerintah pusat dan provinsi Lampung terhadap adanya pandemik Covid-19, maka pihak menajemen hotel akan melakukan sterilisasi internal,” katanya kepada radarlampung.co.id, Kamis (2/4).

Dia melanjutkan, dengan adanya keputusan ini, otomatis pihaknya harus melakukan temporary close sampai 1 bulan kedepan. Rafizon mengatakan, kebijakan ini juga berlaku untuk seluruh grup Emersia Hotel and Resort.

”Kebijakan ini diambil untuk seluruh grup Emersia. Karena kami ada empat properti di provinsi yang masuk dalam zona penyebaran covid-19 ini, yaitu di Yogyakarta, Lampung dan Sumatera Barat,” tambahnya.

Selain itu, dengan adanya keputusan ini, dia juga mengaku terpaksa merumahkan sebagian karyawan selama sebulan kedepan. Sementara sebagian lainnya tetap diminta bekerja untuk membersihkan hotel dan lain-lain.

”Karyawan yang masuk ada untuk bersih-bersih dan lain sebagainya, tapi kami tidak melakukan penerimaan tamu baik yang menginap maupun yang hanya datang untuk makan dan minum di restoran kami,” tandasnya.

Hal serupa juga diungkapkan, Marketing Communication Swiss–Belhotel Lampung, Shaela Hani. ”Kita juga close sejak 31 Maret. Memang beberapa karyawan tetap ke hotel karena masih ada pekerjaan, tapi kita tidak terima tamu,” jelas dia.

Sebenarnya, sambung dia, Swiss-Belhotel telah menyediakan termometer, hand sanitizer dan disinfektan gate. Namun hal ini tetap dilakukan untuk mendukung himbauan dari pemerintah soal mengurangi aktifitas di luar rumah.

”Dan memang juga tidak ada tamu yang menginap, jadi kita memilih untuk close sementara. Rencananya sampai akhir April 2020, mudah-mudahan keadaan sudah kembali normal,” katanya.

Director of Sales and Marketing Hotel Radisson Lampung Kedaton, Erwin Suwondo juga mengatakan hal serupa. Dia mengaku, pihaknya memilih untuk tutup untuk sementara waktu, terhitung sejak tanggal 1 April 2020.

”Karena ini kan sedang puncak-puncaknya di April dan Mei. Kalau kita tetap buka, kita tidak tahu apakah tamu kita membawa virus atau tidak. Kemudian juga secara operasional tidak seimbang antara pemasukan dan pengeluaran,” terangnya.

Dirinya mengatakan, rencananya hotel tersebut akan tutup sampai akhir April 2020. ”Tapi tanggal 20 April kita akan lihat lagi perkembangan penyebaran covid-19 ini. Kalau masih belum kondusif ya akan kita perpanjang,” tandasnya.

Sementara itu, untuk hotel yang masih tetap memilih buka, mengaku terpaksa membanting harga untuk tetap bertahan ditengah-tengah pandemik Covid-19. Sementara dari tingkat okupansi, hotel mengalami penurunan mencapai 70 persen.

”Kalau di horison belum ada omongan dari Owner untuk tutup, tapi tidak menutup kemungkinan juga di pertengahan April kita tutup,” kata Marketing Communication Hotel Horison Lampung, Yesi Yunaini.

Yesi mengaku, saat ini hanya buka dengan sekitar 30 kamar saja serta karyawan yang terbatas. ”Kalau sekarang kita lebih banyak ke promo, memang banting harga sekali. Tamu yang menginap memang masih ada, tapi tidak banyak paling hanya sekitar 20-25 kamar aja,” pungkasnya. (Ega/yud)

Komentar

Rekomendasi