oleh

Neraca Perdagangan Lampung Surplus

radarlampung.co.id – Badan Pusat Statistik (BPS) provinsi Lampung merilis perkembangan ekspor dan impor Lampung bulan Februari 2020. Berdasarkan keterangan, nilai ekspor Provinsi Lampung pada Februari 2020 mencapai US$250,44 juta.

Jumlah ini lebih tinggi dari nilai impor Februari 2020 yang mencapai US$79,05 juta. Kondisi ini menjelaskan bahwa neraca perdagangan luar negeri Provinsi Lampung pada Februari 2020 mengalami surplus sebesar US$171,39 juta.

Kepala BPS Provinsi Lampung, Faizal Anwar menjelaskan, surplus neraca perdagangan Provinsi Lampung ini diperoleh dari negara 10 negara utama sebesar US$78,59 juta, kelompok negara Uni Eropa (US$42,05 juta), kelompok negara lainnya (US$59,58 juta). “Sementara defisit neraca perdagangan diperoleh dari negara ASEAN yakni sebesar US$8,83 juta,“ katanya.

Lebih jauh dia menjelaskan, nilai ekspor Provinsi Lampung Februari 2020 mencapai US$250,44 juta, mengalami kenaikan sebesar US$44,12 juta atau naik 21,39 persen dibanding ekspor Januari 2020 yang tercatat US$206,31 juta.

Nilai ekspor Februari 2020 ini jika dibandingkan dengan Februari 2019 yang tercatat US$245,66 juta, mengalami peningkatan sebesar US$4,77 juta atau naik 1,94 persen.

Adapun 10 golongan barang utama ekspor Provinsi Lampung pada Februari 2020 antara lain lemak dan minyak hewan/nabati; kopi, teh, rempah-rempah; batu bara; ampas/sisa industri makanan; olahan dari buah-buahan/sayuran; bubur kayu/pulp;

“Kemudian adapula karet dan barang dari karet, ikan dan udang, berbagai produk kimia, serta daging dan ikan olahan,“ tambahnya.

Negara utama tujuan ekspor Provinsi Lampung pada Februari 2020 diantaranya India yang mencapai US$43,72 juta, Amerika Serikat US$40,16 juta, Tiongkok US$25,83 juta, Pakistan US$21,76 juta, dan Spanyol US$14,47 juta,

Kemudian Selandia Baru mencapai US$11,96 juta, Jepang US$11,96 juta, Belanda US$11,55 juta, Italia US$11,16 juta, dan Malaysia US$7,32 juta. Peranan kesepuluh negara tersebut mencapai mencapai 79,82 persen

Sementara itu, nilai impor Provinsi Lampung pada Februari 2020 mencapai US$79,05 juta atau mengalami penurunan sebesar US$65,74 juta atau turun 45,40 persen dibanding Januari 2020 yang tercatat US$144,78 juta.

“Nilai impor Februari 2020 tersebut juga lebih rendah US$77,00 juta atau turun 49,34 persen jika dibanding Februari 2019 yang tercatat US$156,04 juta,“ tambahnya.

Sambung dia, dari 10 golongan barang impor utama pada Februari 2020, enam diantaranya mengalami peningkatan, masing-masing adalah gula dan kembang gula naik 17.355,55 persen; binatang hidup naik 316,88 persen; dan pupuk naik 88,41 persen.

“Kemudian, bahan kimia organik naik 78,48 persen; biji-bijian berminyak naik 42,58 persen; dan ikan dan udang naik 18,66 persen,“ lanjutnya.

Adapun golongan barang impor utama yang mengalami penurunan yakni mesin/pesawat mekanik turun 41,71 persen; berbagai produk kimia turun 26,36 persen; ampas/sisa industri makanan turun 23,02 persen; dan besi dan baja turun 1,97 persen.

Kontribusi sepuluh golongan barang utama terhadap total impor Provinsi Lampung pada Februari 2020 mencapai 88,45 persen, dengan rincian gula dan kembang gula 21,60 persen; binatang hidup 20,75 persen; dan ampas/sisa industri makanan 15,01 persen.

Serta, pupuk 12,06 persen; mesin-mesin/pesawat mekanik 7,61 persen; bahan kimia organik 4,10 persen; besi dan baja 2,79 persen; biji-bijian berminyak 2,27 persen; berbagai produk kimia 1,23 persen; ikan dan udang 1,03 persen. (Ega/yud)

Komentar

Rekomendasi