oleh

Polda Lampung Salurkan 20 Pasang APD Lengkap ke Relawan Covid-19

radarlampung.co.id – Sebanyak 20 pasang Alat Pelindung Diri (APD) untuk tenaga medis diserahkan Polda Lampung ke relawan virus Corona (Covid-19) yang diketuai oleh Thomas Azis Riska, penyerahan itu berlangsung di Vila Bukit Mas, Jumat (3/4).

Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad mengatakan, pihaknya telah menyerahkan 20 pasang APD ini ke pihak relawan Covid-19 Provinsi Lampung dalam hal untuk membantu para medis yang saat ini masih kekurangan APD.

“Semoga APD yang kita berikan ini bisa membantu para tenaga medis yang saat ini sedang berjuang untuk merawat para pasien Covid-19,” ujar Pandra -sapaan akrabnya- kepada radarlampung.co.id.

Menurut Pandra, APD yang diberikan oleh pihaknya ini berdasarkan hasil bantuan dari Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Provinsi Lampung yang diberikan pada tadi pagi. “Sebagian kita berikan ke para relawan, dan nanti sisanya akan kita salurkan ke beberapa rumah sakit yang khusus merawat para pasien Covid-19,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua Relawan Covid-19 Provinsi Lampung Thomas Aziz Riska sangat berterimakasih atas bantuan yang diberikan oleh Polda Lampung ini kepada pihaknya. Semoga apa yang telah diberikan ini dapat berguna bagi para tenaga medis.

“Ya kami menerima 20 pasang alat APD lengkap. Kami ucapkan terimakasih kepada Kapolda, Danrem, Gubernur Lampung yang telah mendukung kami dalam membantu korban-korban Covid-19 di Lampung,” jelasnya.

Sebagaimana diketahui bahwa kemarin pihaknya mengalami kesulitan. Dimana ada satu korban Covid-19 yang meninggal di Lampung kemudian mendapatkan penolakan pemakamannya di dua tempat. “Sampai dari menjelang sore, hingga malam, dan siang lagi kita belum mampu untuk menguburkan. Dan Alhamdulillah sore harinya kita bisa memakamkan jenazah pasien Covid-19,” tuturnya.

Tidak hanya itu, dirinya pun menghimbau kepada masyarakat Lampung khususnya, bahwa marilah kita untuk menyadari siapapun yang menjadi korban Covid-19 ini adalah warga negara Indonesia juga merupakan saudara kita.

“Jangan sampai di tolak, seakan sesuatu yang tidak bisa diterima jadi aib. Itu makhluk Tuhan juga. Jadi kita kebumikan dengan secara layak.
Jadi jangan ditolak. Ayo masyarakat Lampung kita bersama-sama makamkan, saya juga telah mendapatkan informasi dari berbagai dokter. Bahwa ketika jenazah itu masuk dalam kubur virus itu pun mati, tidak ada mengalir ke air dan ke sumur. Kemudian bakteri menyebar ke udara. Itu enggak ada, dan ini bentuk dari kemanusiaan kita bersama saling membantu,” pungkasnya. (ang/ang)

Komentar

Rekomendasi