oleh

Suka Duka Siswa Pasca UN Dibatalkan

RADARLAMPUNG.CO.ID – Ujian Nasional (UN) tahun 2020 ditiadakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) RI, seperti yang tertuang dalam Surat Edaran Mendikbud Nomor 4 tahun 2020 tentang pelaksanaan kebijakan dalam masa darurat penyebaran covid-19.

Dengan kebijakan tersebut, beberapa siswa kelas XII maupun kelas IX merasa senang karena tidak harus melewati ujian nasional tersebut. Tetapi ada juga yang sedikit kecewa karena sudah mempersiapkan diri menghadapi momok UN dan tetiba harus dibatalkan.

Seperti yang diungkapkan Aulia Ayu dari SMA Al Azhar Bandarlampung. Ia menuturkan, pemerintah sudah mengambil kebijakan demi kebaikan seluruh siswa di Indonesia. Meskipun kecewa, tetapi dirinya harus patuh mengikuti kebijakan pemerintah.

“Kecewa sih ada, karena sudah persiapan belajar untuk UN, tetapi karena memang ini keadaannya sudah darurat, mau tidak mau kita harus ikuti kebijakannya itu. Kebijakan ini juga kan untuk kebaikan kita semua dengan tujuan memutus mata rantai penyebaran covid-19,” ujarnya, Jumat (3/4).

Siswa lainnya, Muhammad Al-Ghiffari Akbar dari SMA N 7 Bandarlampung menuturkan, dengan UNBK yang ditiadakan, tentunya ada hal yang menyenangkan dan tidak. Menurutnya, hal yang menyenangkannya dirinya tidak perlu lagi memikirkan soal-soal UN yang akan keluar nanti, dan menjadi banyak waktu untuk mempersiapkan tes-tes berikutnya seperti SBMPTN, atau tes kedinasan lainnya.

“Hal yang tidak menyenangkannya, mungkin dirasakan kepada anak-anak kelas XII lainnya yang sudah belajar dari jauh-jauh hari untuk menghadapi UNBK harus kecewa dikarenakan UNBK tahun ini ditiadakan karena virus Covid-19 yang sangat berbahaya. Tetapi kalau menurut saya sendiri senang dengan ditiadakannya UNBK karena untuk menjaga kesehatan siswa dari penularan Covid-19,” ucapnya.

Yokie Rahman yang juga siswa SMAN 7 Bandarlampung mengaku dirinya sangat setuju dengan kebijakan tersebut karena saat ini kondisinya sedang tidak bagus akibat virus corona, walaupun dirinya sudah mempersiapkan banyak hal untuk menghadapi UN, seperti belajar dan lain lain.

“Saya rasa kebijakan ini tidak mengecewakan karena menghilangkan beban pikiran akan ujian itu sendiri, dan kekhawatiran akan virus. Terlebih lagi tanpa adanya ujian nasional saya juga bisa melakukan isolasi diri sendiri di rumah dan tidak keluar rumah sesuai anjuran pemerintah,” tuturnya. (rls/sur)

Komentar

Rekomendasi