oleh

Tolong, Pasien dan Keluarga Jujur, Jangan Buat Repot Tenaga Medis!

radarlampung.co.id – Pasien dan keluarga diminta terbuka terhadap riwayat perjalanan sebelum menjalani perawatan di rumah sakit. Ini harus dilakukan agar peristiwa “liburnya” dokter dan perawat di RSUD Pringsewu tidak terulang.

Dimana, pada tenaga medis itu sebelumnya menangani pasien yang cenderung menutupi riwayat kontak atau perjalanan dari wilayah zona merah virus Corona.

“Kasihan paramedisnya. Meski belum tentu Covid-19, tapi jika pernah kontak atau dari daerah zona merah, tentunya perlu pengawasan,” tegas Wakil Bupati Pringsewu Fauzi, Jumat (3/4).

Untuk itu, kejujuran pasien dan keluarganya diperlukan. Sehingga tidak membuat repot semua pihak. “Apalagi keberadaan tim medis sangat diperlukan dalam kondisi sekarang. Terkait kondisi keluarga pasien RSUD Pringsewu, yang sebelumnya berusaha menutupi kecenderungan riwayat kontak atau riwayat baru pulang dari daerah endemis, Fauzi mengatakan pihaknya tidak bisa berbuat banyak.

Sebab pasien yang bersangkutan bukan warga Pringsewu. Sementara untuk bocah yang pernah kontak dengan warga dari zona merah Covid-19, Fauzi mengatakan pasien sudah diperbolehkan pulang. “Kondisi sudah baik,” ujarnya.

Diketahui, untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan, pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pringsewu meliburkan dua dokter dan sembilan perawat. Ini menyusul adanya pasien yang cenderung berusaha menutupi riwayat kontak atau baru pulang dari daerah zona merah Covid-19.

Kabid Pelayanan RSUD Pringsewu dr. Herman Syahrial mengatakan, ada dugaan pasien itu menutupi riwayat kontak atau perjalanan dari wilayah endemis. Sejauh ini, pasien itu belum terbukti positif terinfeksi virus Corona.

Untuk berjaga-jaga, sejumlah dokter dan perawat menjalani isolasi mandiri. “Untuk kehatian-hatian, petugas yang terpapar dengan pasien ini kami istirahatkan dulu, Kami berikan obat vitamin dosis tinggi. Selanjutnya akan kami cek rapid test sesuai SOP,” kata Herman Syahrial.

Terkait pasien itu, Herman menyatakan belum sempat dilakukan foto thorax. Sebab yang bersangkutan sudah meninggal. “Dari gejala-gejalanya tidak mengarah ke Covid-19. Tapi pasien tidak berterus terang dengan status kontaknya. Karena itu tidak dirawat di ruang isolasi,” tegasnya. (sag/ais)

Komentar

Rekomendasi