oleh

ODP 44 Orang, Diskes Catat 3.489 Balik ke Tubaba

radarlampung.co.id – Sebanyak dua orang warga Tulangbawang Barat (Tubaba) diobservasi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) setempat dan 22 orang lainnya masuk sebagai orang dalam pemantauan (ODP), sehingga total ODP di Bumi Ragem Sai Mangi Wawai ini berjumlah 44 orang. Dua orang yang kini diobservasi dan masuk hari keempat di RSUD Tubaba kondisinya terus membaik.

Sementara itu, dinas kesehatan setempat juga telah mencatat sebanyak 3.489 pemudik yang masuk ke Tubaba. Mereka merupakan Tenaga Kerja Indonesia (TKI), santri, dan juga para pekerja yang memang datang dari Pulau Jawa dan Sumatera.
Sebagai langkah antisipasi, Diskes Tubaba telah melakukan pemeriksaan atau Screening di RSUD Tubaba dan di seluruh unit pelaksana teknis daerah (UPTD) Puskesmas yang ada di sembilan kecamatan se-Tubaba.

“Sampai dengan hari ini (05/04/2020) ada 44 warga yang berstatus Orang Dalam Pemantauan (ODP) Virus Corona, namun kesemuanya isolasi mandiri dan dua diobservasi di RSUD Tubaba, namun demikian tidak ada gejala yang mengarah pada terpaparnya virus,” jelas Majril, M.Kes, Kadis Kesehatan Tubaba kepada radarlampung.co.id, tadi sore.

Dilanjutkan Majril, sebagai tim medis pihaknya tidak bisa memantau satu persatu bagi warga masyarakat yang baru saja datang dari luar daerah. Karenanya jika ada warga yang datang dan masuk zona merah agar segera melaporkan diri ke puskesmas di wilayahnya masing-masing untuk segera dilakukan pemeriksaan (skrening) oleh petugas kesehatan dan melaporkan diri ke aparatur tiyuh serta kecamatan.

“Kemudian dihimbau juga untuk melakukan isolasi mandiri di rumah selama 14 hari, jika di dalam masa isolasi tersebut muncul gejala gangguan kesehatan seperti demam, batuk pilek disertai sesak nafas, segera menghubungi tim medis di puskesmas terdekat untuk segera dilakukan pemeriksaan dan pengobatan atau jika kondisinya tidak memungkinkan ditangani Puskesmas, maka akan dirujuk ke RSUD supaya diobservasi,” tuturnya.

Majril berharap kesadaran masyarakat Tubaba yang baru mudik dan juga pengawasan aktif oleh aparatur tiyuh dan kelurahan serta stakeholder terkait agar para pemudik tersebut tidak jalan-jalan ke berbagai daerah sebelum masa isolasi mandiri selesai. (fei/ang)

Komentar

Rekomendasi