oleh

Petani Karet di Waykanan Keluhkan Harga Murah Gegara Virus Corona

radarlampung.co.id – Masyarakat Kab. Waykanan,, khususnya para petani mulai merasakan akibat dari adanya pembatasan kehidupan sosial terkait adanya penyebaran virus Corona, selain kehidupan mereka terasa semakin timpang karena sulit untuk mendapatkan kebutuhan bagi keluarganya juga harga harga komoditi khususnya karet terjun bebas.

“Dalam kondisi begini semua serba sulit kami pikir saatnya pemerintah ah ikut turun tangan guna mengecek langsung berapa sebenarnya harga karet karena kami menduga harga karet yang turun ini akibat adanya permainan calo atau tengkulak. Bayangkan saja sebelum adanya ribut-ribut tentang virus Corona harga karet untuk seminggu masih Rp7,000 per kg dan untuk yang 2 minggu masih mencapai Rp8,500 per kilogram akan tetapi setelah adanya libur qorona ini justru harganya menjadi turun 50 persen malah padahal sebagai petani kami hanya mengandalkan produksi karet kami untuk mencukupi kebutuhan hidup anak dan istri,” ujar Agus warga Kampung Sangkaran Bhakti, Blambangan Umpu salah seorang petani karet mewakili rekan-rekannya yang lain.

Masih menurut Agus harga karet Rp4.500 per kilogram itu nantinya dibagi dua dengan penyadap sehingga dengan demikian baik penerus maupun si empunya kebun masing-masing hanya mendapatkan uang Rp2,250 per kg. “Ya artinya kalau dalam seminggu petani hanya menghasilkan 100 kg karet maka dalam seminggu petani hanya mampu mengumpulkan uang Rp.2,25000,” ucapnya. (sah/ang)

Komentar

Rekomendasi