oleh

Dinkes: Masker Tekan Penularan Covid-19

RADARLAMPUNG.CO.ID – Kasus virus Corona (Covid-19) di Lampung maupun di Indonesia terus bertambah. Per Senin (6/4) kemarin, Dinkes mencatat ada 1.833 orang dalam pemantauan (ODP), 37 pasien dalam pengawasan (PDP), dan 11 pasien positif.

Dari 1.833 ODP ini, 624 orang sudah selesai pemantauan, 1.209 orang masih dipantau. Sementara dari 37 PDP, yang dirawat 14 pasien, diisolasi 7 pasien, dan pulang atau negatif 16 orang.

Untuk yang terkonfirmasi positif sampai hari ini tercatat 13 pasien dan masih dirawat di rumah sakit 9 orang, 2 orang sembuh, dan 2 orang meninggal dunia.

Kepala Dinkes Lampung Reihana Senin (6/4) malam mengatakan, untuk pasien positif nomor 12 seorang wanita 53 tahun saat ini diisolasi di rumah sakit. Sementara pasien positif nomor 13 di Lampung tengah mendapatkan perawatan di RSUDAM.

Reihana mengatakan, pasien nomor 13 telah dilakukan tracing. “Jadi dia laki-laki 63 tahun. Sebelumnya ada riwayat perjalanan ke Bandung pada 12 Maret, sempat diopname sebelumnya di Imanuel, sekarang sudah di RSUDAM. Dan tracing terhadap pasien nomor 13 telah dilakukan pada 3 orang, hasilnya negatif. Artinya kami tidak meneruskan swab, jika ada positif baru di-swab dan ditentukan positif atau negatif,” beber Reihana.

Dengan terus bertambahnya jumlah ODP, PDP, begitupula pasien positif, Reihana mengimbau masyarakat Lampung mulai menggunakan masker saat keluar rumah. Ini guna menekan angka penularan covid-19.

“Mulai kemarin WHO sudah mengumumkan bahwa semua harus menggunakan masker. Kebetulan yang saya pakai, karena saya termasuk nakes jadi saya pakai surgery masker. Tetapi kalau yang tidak bekerja di RS boleh menggunakan masker kain,” beber Reihana.

Dia menyebut ada aturan yang perlu diketahui dalam penggunaan masker kain. Penggunaannya dibatasi maksimal 4 jam. Kemudian harus dilepas, dicuci, dikeringkan, dan dapat dipakai kembali.

“Masker wajib digunakan sebagai pemutus rantai penyebaran covid-19, jadi selain social atau physical distancing kita juga wajib menggunakan masker sebagai pemutus rantai penularan. Masker berguna bagi diri sendiri dan orang lain yang berdekatan dengan diri kita,” tambahnya.

Kemudian soal Pengamanan Sosial Berskala Besar (PSBB) bakal dilakukan di Lampung atau tidak, Reihana menyebut saat ini tengah dilakukan kajian terkait penyelidikan epidemiologi juga peta penyebaran, ada beberapa hal yang menjadi pertimbangan.

“Tapi sebenarnya kita sudah melakukan sebagian PSBB. Mulai sekolah dari rumah, bekerja di rumah, dan menghindari kerumunan. Ini sudah PSBB. Dan yang masuk PSBB kan jaga jarak, kita sudah lakukan socal distancing, physical distancing, tetap sehat, dan jaga imunitas. Masyarakat juga banyak meningkatkan imunitas mencari matahari di jam-jam tertentu, minum vitamin, olahraga, dan makan bergizi. Serta menghindari kerumunan,” tambahnya.

Apakah setelah kajian, langkah PSBB ini akan diusulkan Gubernur Lampung Arinal Djunaidi ke pusat? Reihana mengatakan pastinya akan menjadi bahan kajian Gubernur nantinya.

“Ya Pak Gubernur Lampung juga sudah melihat situasi sekitar dan laporan Dinkes, tinggal nanti kita lihat kedepannya apa perlu pak gubernur meminta pada menteri menerapkan PSBB di Lampung,” tandasnya. (rma/sur)

Komentar

Rekomendasi