oleh

Gema Taat Diluncurkan, Bersama Kita Kuat !

radarlampung.co.id- Pandemi virus corona (covid-19) memantik elemen masyarakat Lampung untuk bergerak. Hasilnya, Selasa (7/4) Gerakan Bersama Kita Kuat (Gema Taat) resmi dilaunching secara virtual. Gema Taat merupakan gerakan warga Lampung dari berbagai latar belakang.

Dan, didukung penuh oleh Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia Orwil Lampung. Ketua Umum ICMI Orwil Lampung, Prof. Dr. Ir. Yusuf Barusman, MBA memimpin launching gerakan tersebut.

Menurut Ketua Gema Taat Susanto Saman, SS, M.Hum,PhD, deklarasi Gema Taat didasari oleh tiga hal. Yakni kesadaran perlunya peningkatan ketahanan fisik, sosial, ekonomi  masyarakat menghadapi covid 19. “Kemudian banyak beredar informasi yang tidak bisa dipetanggungjawabkan kebenarannya dan Kurangnya pengetahuan dan informasi di masyarakat bagaimana cara menghadapi kondisi saat ini,” katanya kepada Radar Lampung.

Launching virtual Gema Taat diikuti 80 orang lintas profesi dan latar belakang. Menurut Susanto, tujuan Gema Taat antara lain membangun ketahanan masyarakat dari sisi medis, psikologi sosial dan ekonomi. Selain itu juga mengumpulkan informasi yang benar tentang covid-19 dari berbagai sumber terpercaya.

“Kegiatan yang sudah kita lakukan antara lain ICMI Orwil Lampung bekerjasama dengan Habibie Center Jakarta membahas stigma sosial corona. Karena masalah virus corona bukan hanya masalah medis saja. Tetapi juga masalah ekonomi dan sosial. Yang sebenarnya dapat dicegah andai saja masyarakat dapat informasi jelas sehingga kepanikan masyarakat dapat dihindari,” katanya.

Dalam menghadapi pandemi, lanjut Susanto, masyarakat dituntut waspada namun terukur. Sehingga tidak berubah menjadi kepanikan atau bahkan phobia. “Kemudian berita-berita dusta. Yang memang disampaikan pihak tertentu yang memang memancing kerusuhan. Dan itu hanya bisa dilakukan dengan pendekatan secara sosial ekonomi yang tepat,” katanya.

Karena Gema Taat bersifat inklusif, lanjutnya, maka gerakan ini sangat terbuka bagi relawan yang ingin bergabung. Sejauh ini, lanjut dia, sudah ada 80 relawan yang akan menjadi relawan tim pelaksana kegiatan. Dan diharapkan akan banyak lagi relawan lain bergabung.

Untuk sementara, karena keterbatasan gerak, maka strategi yang diterapkan adalah dengan menggunakan strategi virtual. “Dimana satu titik bisa berkomunikasi dengan banyak orang dan itu efektif,” katanya.

Kegiatan virtual tersebut sudah digelar beberapa kali. Antara lain dalam bentuk seminar virtual dengan ratusan peserta lintas negara. “Kedepan tentu jika memungkinkan kegiatan juga akan dilakukan secara konvensional,” tuturnya.

Dalam struktur organisasi Gema Taat Gubernur Lampung, Kapolda, Danrem 043/Garuda Hitam dan Ketua ICMI Orwil Lampung menjadi anggota Dewan Pembina.

“Bahwa covid-19 ada bencana umat manusia. Yang mana ini bisa kita hadapi dengan bersama. Artinya virus ini hanya kitalah menghentikannya. Khususnya menghentikan penularannya,” kata Yusuf Barusman.

Menurut Yusuf, Gema Taat fokus pada dampak dari wabah yang tengah terjadi. Mulai dari kajian dampak sosial ekonomi hingga dampak lain yang dimungkinkan.

“Adanya relawan juga ini nanti sebenarnya bertugas memberikan sosialisasi info yang benar terkait virus covid-19 ini. Bagaimana cara penanggulangannya dan bagaimana menghentikannya. Dan kita akan berusaha mengajak mungkin relawan sebanyak mungkin orang,” tutupnya. (wdi/wdi)

Komentar

Rekomendasi