oleh

Dampak Corona, 2.000 Lebih Pekerja di Lampung Dirumahkan

RADARLAMPUNG.CO.ID – Dampak pandemi global virus corona (Covid-19) menyasar luas pada hampir seluruh sektor ekonomi. Tak pelak, banyak perusahaan memilih kebijakan merumahkan sejumlah pegawainya untuk saat ini.

Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Lampung Lukmansyah melalui Kabid Hubungan Industrial dan Perlindungan Tenaga Kerja Disnaker Lampung Yuli Astuti menerangkan, saat ini ada sekitar 2.000 lebih pekerja yang dirumahkan.

“Datanya terus berjalan, kalau sampai saat ini data yang masuk dari seluruh kabupaten/kota, pekerja akibat Covid-19 yang dirumahkan dari sektor formal sejumlah 2.190 orang dan sektor informal 159 orang,” beber Tuti -sapaan akrab Yuli Astuti- Selasa (7/4).

Bagi karyawan yang dirumahkan saat ini, Pemprov berharap tetap dapat dipekerjakan pasca 14 hari masa isolasi. Karena sebelumnya Pemprov Lampung melalui Disnaker telah mengeluarkan himbauan terkait kebijakan perusahaan untuk sebisa mungkin tidak melakukan PHK (pemutusan hak kerja).

“Kami sudah menghimbau kepada Perusahaan untuk sebisa mungkin tidak ada pekerja yang di-PHK. Dan bila tidak bisa juga dihindari, agar hak-hak pekerja yang ter-PHK dipenuhi,” tambahnya.

Namun bila ada karyawan yang di-PHK dan kemudian tidak mendapatkan hak-haknya maka diminta melaporkan ke Disnaker kabupaten/kota. Sejauh ini, Lampung belum ada informasi adanya PHK dari perusahaan.

“Mereka yang di-PHK atau dirumahkan, untuk menuntut hak-haknya yang tidak terpenuhi harus lapor ke Disnaker kabupaten/kota. Tapi di provinsi Lampung sampai saat ini belum ada pengaduan yang di-PHK tidak diberikan pesangon,” tambahnya.

Namun bisa jadi, belum ada laporan khusus soal PHK yang tidak dipenuhi keinginannya. Karena meskipun tidak terdata, mungkin sudah ada karyawan yang di-PHK namun terjadi kesepakatan karena tempatnya bekerja dan bisa dibicarakan terkait hak-haknya.

Untuk sektor yang banyak terdampak Tuti mengatakan terutama bidang pariwisata. “Yang tergolong kena ada di berbagai sektor, ada formal dan informal, terbanyak terkait retail, pariwisata, hotel. Tapi untuk Yang dirumahkan mudah-mudahan bisa dipekerjakan kembali 14 hari kedepan,” tandasnya. (rma/sur)

Komentar

Rekomendasi