oleh

Dinkes Tak Ingin Gegabah Simpulkan Meninggalnya Istri Pasien Positif Covid-19 Karena Virus yang Sama, Begini Penjelasannya

RADARLAMPUNG.CO.ID – Satu pasien yang tengah dirawat di ruang isolasi Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Moeloek (RSUDAM) Bandarlampung, meninggal dunia, Rabu (8/4) siang. Namun, pasien ini disebutkan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Lampung Reihana belum dinyatakan sebagai pasien terkonfirmasi positif virus corona (Covid-19) di Lampung yang tutup usia.

Belakangan diketahui wanita berusia 69 tahun ini merupakan istri salah satu pasien positif covid-19, pasien nomor 13 yang telah dirawat di ruangan serupa di RSUDAM.

”Untuk di Lampung pasien terkonfirmasi Covid-19 masih 16 orang, masih dirawat 6 orang. Dengan rincian meninggal 3 orang, sembuh 7 orang. Yang meninggal 3, walaupun ada kabar kematian satu orang wanita 69 tahun yang berada di ruang isolasi RSUDAM. Namun karena baru masuk di RSUDAM semalam (7/4) dan pasien juga baru diambil swab Rabu pagi, kami belum berani memastikan pasien tersebut terkonfirmasi covid-19 namun perlakuan pasien ini sudah kita lakukan seperti pasien covid-19 untuk berjaga-jaga. Dan hasil swabnya akan kami beritahukan kembali,” ungkap Reihana.

Reihana membeberkan pasien wanita ini pernah berobat jalan dua kali di sebuah rumah sakit swasta di Bandarlampung. Karena tak kunjung mendapatkan perubahan, dan pada Selasa (7/4) pagi mengeluh sesak akhirnya berobat langsung ke RSUDAM.

Setelah berobat, pasien tersebut diminta langsung masuk ruang isolasi RSUDAM Selasa malam. Dan saat masuk, kondisinya cukup menurun karena ada faktor penyakit penyerta yang dideritanya.

”Keadaan saat masuk sesak berat, tekanan darahnya 150/80 mmHg, saturasi oksigennya 87, dan ada penyakit penyerta gula darah yang semalam tinggi sampai 380 dan terpasang non incubation ventilator. Pagi tadi pukul 07.00 WIB sesak, kesadaran menurun dan 10.58 WIB wanita ini meninggal dunia,” tambahnya.

Menurutnya, untuk konfirmasi positif harus disertai dengan pemeriksaan laboratorium, namun wanita ini baru Rabu pagi diambil swabnya. Dan karena pemeriksaan swab tidak ada di Lampung, harus dikirim ke Palembang dan butuh waktu 4 hari untuk mengetahui hasilnya positif atau negatif.

”Memang suaminya sudah dirawat sebelumnya sebagai pasien nomor 13 dan sudah dinyatakan positif. Namun keluarganya baik istri, anak, dan anggota keluarga lainnya sudah dilakukan tracing rapid tes dan saat itu hasilnya negatif. Karena negatif petugas memberikan edukasi harus isolasi karena suaminya positif,” tambahnya.

Untuk itulah Reihana meminta semua pihak bersabar terkait hasil swab yang telah dilakukan pada pasien wanita tersebut. (rma/sur)

Komentar

Rekomendasi