oleh

Dua Pasien Positif Covid-19 Lampura Pernah ke Sulsel

radarlampung.co.id-Dinas Kesehatan Provinsi Lampung kembali merilis data terbaru terkait data pasien virus Corona (Covid-19) di Provinsi Lampung. Data yang dirilis Kamis (9/4) terungkap dua pasien positif bertambah dua, asal Lampung Utara.

Hal ini dibenarkan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Lampung Reihana melalui WhatsAppnya. “Untuk pasien terkonfirmasi positif ada 18 orang, masih di isolasi 7 orang, meninggal 4 orang dan masih dirawat 7 orang dinyatakan sembuh,” beber Reihana.

Reihana menerangkan, Pasien nomor 17 dan pasien nomor 18 yang keduanya berasal dari Lampung Utara ini merupakan pasien yang sehat. Dan masuk kategori orang tanpa gejala (OTG). Namun Reihana memastikan Lampung belum ada transmisi lokal dan semua pasien terkonfirmasi positif memiliki riwayat perjalanan sebelumnya. Termasuk dua pasien ini.

“Memang ada penambahan 2 positif dan keduanya merupakan OTG tapi hasil swabnya positif. Ini harus lebih hati-hati, sebenarnya protokol kemenkes OTG itu tidak perlu isolasi, namun karena penduduk kita resah karena OTG akhirnya Pak Gub ambil kebijakan yang dekat dengan Bandarlampung di isolasi di RSBNH (Rumah Sakit Bandar Negara Husada). Namun dua pasien ini dari Lampura, informasi dari Bupati ini akan diisolasi asrama haji Lampura,” beber Reihana Kamis (/94) sore.

Reihana membeberkan keduanya memiliki riwayat perjalanan dari kegiatan perkumpulan massa 18-24 Maret di Gowa, Sulawesi Selatan. Untuk pasien 17 laki-laki 29 tahun sebelumnya juga melakukan perjalanan ke Wamena dan Sorong Papua 3 bulan sebelumnya. Kemudian padan18-24 Maret ke Gowa, Sulawesi Selatan dan 25 Maret berkunjung kesalah satu pondok pesantren di kawasan Ancol, Jakarta Utara.

“Kemudian pada 26 maret pulang naik Damri, dan malaporkan data ke Puskesmas Kotabumi II. Dia bagus karena merasa baru pergi dari luar dan dikegiatan itu ada yang positif lantas dia melapor secara sukarela. Ini harus dicontoh, karena dengan kesadaran ini bisa mengurangi orang-orang positif di Lampung. Selanjutnya pada 6 April dilakukan Rapide tes yang hasilnya reaktif, dilanjutkan dengan  swab tenggorokan pada 7 april dan hasilnya positif. Namun kadaannya sehat dan tidak ada keluhan, kita doakan semoga cepet sembuh,” lanjutnya.

Kemudian, pasien nomor 18 juga sebelumnya menghadiri acara serupa pada 18 sampai 24 Maret. Sesampainya di Kotabumi pada 23 Maret dan dilanjutkan melakukan rapid tes pada 2 April dan rekatif maka dilanjutkan dengan swab tenggorokan pada 6 April dan hasilnya positif. “Hasilnya sehat, tidak bergejala namun konfirmasi positif dari hasil swab,” imbuhnya.

Sementara Per Kamis (9/4) ini, ada 2183 orang masuk kategori orang dalam pemantauan (ODP), dengam rincian selesai dipantau 1124 orang dan masih di pantau 1059 orang. Untuk pasien dalam pengawasan (PDP) ada 47 orang, rinciannya masih dirawat atau belum ada hasil laboratorium 30 orang, negatif 16 orang, ada satu orang PDP yang meninggal pada Rabu (8/4) siang namun belum dapat konfirmasi positif hasil laboratorium. (rma/wdi)

Komentar

Rekomendasi