oleh

Kronologi Pasien 13 Wafat Sehari Setelah Kematian Istrinya, Pasien 01 Sembuh dan Boleh Pulang

radarlampung.co.id-Tak lama setelah LN meninggal pada Rabu (8/4) siang karena terinfeksi virus covid-19, sang suami yang juga terinfeksi, juga menghembuskan nafas terakhir Rabu (8/4) sekitar pukul 23.08. Pasien bernomor 13 dan berinisial AI (63) itu wafat di ruang isolasi RSUD dr. H. Abdul Moeloek (RSUDAM) Lampung.

Dengan wafatnya AI, maka tercatat sudah 4 pasien positif covid-19 wafat. Sementara dari 18 kasus terkonfirmasi positif ada 7 orang yang dirawat di ruang isolasi dan 7 lainnya telah dinyatakan sembuh.

Tak pelak ini menambah angka meninggal karena Covid-19 di Lampung. Di mana, dari 18 kasus terkonfirmasi positif ada 7 orang masih di isolasi, 7 orang dinyatakan sembuh dan 4 orang dinyatakan meninggal dunia.

Al bekerja disalah satu perusahaan swasta di Bandarlampung. Terkait kondisi Al, Kepala Diskes Lampung Reihana mengungkapkan kondisinya sejak pukul 17.00 Rabu (84) sore semakin memburuk. Pihak medis sudah melakukan terapi maksimal dengan non incubation ventilator. Namun nyawanya tak tertolong.

“Kondisinya kian memburuk sejak Rabu (8/4) sore. Dan pada pukul 23.08 WIB, pasien 13 meninggal dunia di ruang isolasi RSUDAM. Ada riwayat penyerta hipertensi heart disease dan pasien merupakan usia lanjut karena usianya 63 tahun. Jadi, sudah diketahui bersama pasien-pasien positif Covid-19 ketika ada penyakit penyerta dan lansia kurang baik, namun semua yang mengatur Allah. Kami tetap memberikan pelayanan terbaik pada pasien Covid-19 di Lampung,” ungkap Reihana melalui WhatsAppnya.

Dia menambahkan, keluarga pasien 13 ini sebelumnya telah menjalani tracing dan sudah dilakukan rapid tes.  Termasuk pada istri dan beberapa orang keluarganya lainnya dan hasilnya negatif.

“Tetapi saat ini saya meminta keluarga pasien 13 untuk dilakukan tracing lagi. Karena pasien 13 cukup lama di RSUDAM,” tambahnya.

Sementara hingga saat ini, hasil swab yang dilakukan pada sang istri belum keluar. Reihana meminta masyarakat menunggu karena hasilnya akan keluar dalam beberapa hari ini.

Reihana menambahkan, Dinkes tak bisa melakukan isolasi pada pasien yang tidak dinyatakan positif. Dan bagi keluarga pasien tersebut telah diedukasi untuk melakukan karantina mandiri selama 14 hari dirumah. Untuk itu, Reihana meminta masyarakat tidak panik.

“Untuk istrinya belum dapat hasil swab di Palembang dan akan kami kabarkan segera. Untuk keluarga belum diisolasi karena hasil lab juga belum datang, anaknya pun sudah dilakukan rapid tes dan hasilnya negatif. Karena kalau negatif tidak bisa lanjut ke swab tenggorokan, kalau positif rapid tes bisa kita lanjutkan ke swab tenggorokan sehingga bisa dilihat hasilnya negatif atau positif. Jadi saat ini bagi keluarganya sudah di edukasi melakukan isolasi mandiri selama 14 hari, untuk itu masyarakat kami minta tidak panik,” tambahnya.

Selain adanya penambahan pasien meninggal, ada kabar bahagia dari ruang isolasi RSUDAM. pasien 01 telah dinyatakan sembuh dan telah dipulangkan Kamis (9/4).

“Ada kabar gembira, Alhamdulillah 1 orang pasien kami pasien nomor 01 telah meninggalkan RSUDAM, namun walau sembuh kondisi umum nya belum baik, pasien akan dirawat sampai sehat meskipun hasil swab negatif. Dan pasien 01 telah meninggalkan RSUDAM per hari ini,” tandasnya.  (rma/wdi)  

Komentar

Rekomendasi