oleh

Dua Bulan, Enam Penyebar Hoaks Virus Corona Diciduk

radarlampung.co.id – Sepanjang mencuatnya virus Corona (Covid-19) di Indonesia, Polda Lampung juga telah banyak meringkus para tersangka penyebar info hoaks mengenai dampak-dampak dan juga info-info yang tidak dapat di pertanggung jawabkan mengenai virus Corona.

Berdasarkan informasi yang dihimpun oleh radarlampung.co.id, sejak merebaknya kasus Covid-19 di Lampung, Polda Lampung telah meringkus lima pelaku  penyebar hoaks. Yang dimana, dari enam pelaku itu telah ditetapkan sebagai tersangka lima orang dan satu statusnya masih sebagai terperiksa atau saksi.

Kelima pelaku yang diamankan itu yakni, Nopri Yanda Wahab (23) warga Jl. Citra Bunga, Kec. Labuhan Ratu, Bandarlampung. Pelaku ini adalah sebagai mahasiswa kedokteran di salah satu kampus di Lampung, Nopri ditangkap pada Sabtu (14/3) lalu di kediamannya. Dimana,

pelaku ditangkap karena membuat status WhatsApp pada 4 Maret 2020 dengan kalimat “Pasien korona sudah masuk Lampung teman-teman, agar menjaga stamina dan waspada”.

Dimana, selanjutnya di percakapan lainnya bahwa sudah ada pasien postif virus korona yang berasal dari Taiwan dan sudah dirujuk ke Rumah Sakit Abdul Moeloek Provinsi Lampung (RSAM). Kemudian screenshot percakapan tersebut tersebar di masyarakat.

Lalu, Susanti Aprianti (32) warga Jl. Ikan Kerisik, Kel. Kangkung, Kec. Telukbetung Selatan (TbS). Pelaku diringkus di kediamannya pada Selasa (17/3). Pelaku menggunggah postingannya di sosial media facebook melalui dengan kata-kata “Halah akhir ny sampai di Lampung Corona kacau”, juga disertai dengan unggahan foto yang dirinya ambil di instagram Lampung Moment, pada 3 Maret 2020. Pelaku mengunggah postingan yang serupa di akun instagramnya,  Santi Azahra 1201.

Ada lagi, Okto Even Rizki (29) warga Sinar Jaya, Kec. Pugung, Kab. Tanggamus, pelaku diringkus dikediamannya pada Selasa (10/3). Pelaku menyebarkan hoaks via sosial media facebook, terkait penyevaran virus Corona di Lampung, pada 5 Maret 2020. “Aws di Kabupaten Pringsewu, Kecamatan Pagelaran, ada yang kena Corona, yang pulang dari Malaysia”. Status tersebut diunggah pada 3 Maret 2020. Kemudian status selanjutnya berbunyi “Hati-Hati, corona sudah masuk “Lampung”. Status tersebut diunggah pada 4 Maret 2020.

Dan ada lagi pelaku bernama Nirwan Setiawan (40) warga Jl. Bunga Sepatung, Kel. Perumnas Waykandis, Kec, Tanjung Senang, Bandarlampung. Pelaku diringkus pada Selasa (24/3). penyebar video hoaks tentang seorang pasien 01 terkena virus Corona (Covid-19) yang dirawat di Rumah Sakit Umum dr Abdul Moeloek (RSUDAM) Provinsi Lampung, telah meninggal dunia.

Lalu di bulan Maret, polisi berhasil meringkus pelaku lainnya yakni berinisial AN warga Waykanan, ditangkap dikediamannya pada Senin (6/4). Pelaku diringkus setelah menyebarkan hoaks terkait himbauan Gubernur Lampung Arinal Djunaidi di media sosial.

Dan yang terakhir, pelaku berinisial AP (24), warga Desa Kalisari, yang diamankan anggota Polsek Natar lantaran dituding menyebarkan hoax virus Corona mengaku mendapat informasi dari mendengar obrolan ibu-ibu. Pemuda itu ditangkap polisi Kamis siang (9/4). 

Dimana, ia membuat status terkait wabah virus Corona (Covid-19) pada aplikasi WhatsApp yang dianggap meresahkan masyarakat. Isinya, “Waspada Muhajirun sudah ada yg kena covid19 positif gak hoax”.

Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad mengatakan, bahwa pihaknya akan senantiasa akan melakukan penyelidikan dan memberikan himbauan kepada masyarakat Lampung untuk tidak menyebarkan info-info hoaks mengenai virus corona.

“Kami himbau agar masyarakat jangan sampai memberikan informasi yang tidak jelas terkait virus corona. Kita harus memberikan ketenangan terhadap peristiwa ini, jadi jangan panik,” ujar mantan Kapolres Meranti Provinsi Riau ini, Rabu (4/2).

Menurut Pandra -sapaan akrabnya- menjelaskan, masyarakat harus selalu menyaring informasi yang didapat agar tidak mudah termakan info-info hoaks yang akhirnya membuat masyarakat luas panik.

“Artinya masyarakat ini harus tetap tenang, kalau ada informasi yang kurang baik atau hoaks perlu di saring dan dikesampingkan lagi. Apalagi kalau dapat informasi hoaks lalu disebarkan, dan tentunya apabila ini terjadi kami akan melakukan penyelidikan dan penindakan apabila berita hoaks itu terjadi. Sudah jelas apabila terbukti melakukan penyebaran berita hoaks akan dikenakan pidana penjara paling lama 10 tahun,” terangnya.

Sementara itu, sesuai intruksi dari Kabareskrim Mabes Polri Irjen Listyo Sigit untuk menindak para pelaku penimbun alat kesehatan seperti masker dan anti septik. Polda Lampung dalam hal ini Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) telah melakukan pengecekan ke para distributor alat kesehatan.

“Kabareskrim (Irjen Listyo Sigit, red) sudah jelas telah memerintahkan agar menindaktegas para penimbun alat kesehatan yang saat ini benar-benar dibutuhkan oleh masyarakat yakni masker dan antiseptik. Untuk itu Ditreskrimsus Polda Lampung telah melakukan pengecekan ke para distributor seperti apotik dan swalayan,” ujar Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad, Rabu (4/3).

Pandra -sapaan akrabnya- menambahkan, pemeriksaan itu melingkupi ketersediaan barang jenis masker. “Dan hasil temuan sampai saat ini belum ditemukan penimbunan masker jadi masker itu pasca merebaknya virus corona tersebut. Memang masker sudah di distribusikan dan ini memang stok nya agak kurang,” ungkapnya.

Untuk itu apabila nanti ditemui ada oknum-oknum nakal yang melakukan penimbunan alat kesehatan itu.  Pihaknya tidak akan segan-segan menindaknya. “Jangan coba-coba nakal untuk menimbun alat kesehatan yang sangat dibutuhkan masyarakat. Apabila terbukti akan kami tindak sesuai dengan aturan yang ada,” pungkasnya. (ang/ang)

Komentar

Rekomendasi