oleh

Takut Longsor Susulan, Sekeluarga Mengungsi

radarlampung.co.id – Kondisi rumah milik Pribadi alias Acong (47) rusak berat pasca diterjang tanah longsor di Jalan Mangga Gang Syafei, Pasirgintung, Bandarlampung, Kamis (9/4) malam. Akibatnya sementara waktu ini keluarganya menumpang di kediaman sanak saudaranya.

Melihat kondisi tanah masih labil, sementara waktu ini Acong dan keluarganya memutuskan untuk tinggal sementara di rumah saudaranya. “Kondisinya seperti ini takut ada longsor susulan. Jadi ya di rumah saudara aja dulu,” kata Eri (35), adik ipar Acong, kepada radarlampung.co.id di lokasi longsor, Jumat (10/4) pagi.

Terkait kerugian dalam musibah itu, Eri menaksir sampai puluhan juta rupiah. “TV sama kulkas selamat. Beberapa baju juga ada. Selain itu nggak ada. Ya bisa jadi (rugi) puluhan juta,” tandasnya.

Berdasarkan pantauan, sebelum sampai di lokasi longsor, jalanan terjal dan ratusan anak tangga harus dilewati. Sesampainya di sana, puluhan anggota Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bandarlampung dibantu warga sekitar bahu-membahu mengevakuasi material tanah yang mengubur bagian kamar dan dapur di rumah yang berisi enam orang itu.

Setidaknya, dua orang menderita luka berat karena musibah itu yakni Acong dan anaknya Akbar (18) yang sedang berada di dalam kamar saat kejadian. Menurut Eri (35), sekitar pukul 19.15 WIB semalam, dia mendengar suara gemuruh begitu jelas. Pada waktu sama, sang kakak sedang membuat saluran air tepat berada di samping kamar tersebut.

“Kejadiannya sebelum Isya. Posisi memang hujan deras. Saya sama anak lagi di duduk di depan kamar. Nah  di samping kamar (luar) kakak lagi benerin  jalan air yang mulai masuk ke rumah. Suara gemuruh  tiba-tiba tanah langsung jatuh aja dari atas. Sempat kena tangan saya terus langsung selamatin anak sama istri kakak juga,” katanya.

Dari sanalah, sang kakak yang sedang membuat saluran air tertimpa batuan pondasi diikuti material tanah lainya. “Dinding itu kan separuh semi permanen. Jadi kakak jatuh bersamaan dengan pondasi rumah Pak Syukron di atasnya. Saya dengar dia minta tolong. Terus karena gelap saya gali dengan alat seadanya dan kakak saya yang perempuan teriak-teriak minta tolong baru warga pada datang,” ungkapnya.

Beruntung nyawa Acong dan Akbar selamat dan dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Moeloek dan sekarang kondisinya mulai stabil. “Waktu ditemuin itu dia sempat pingsan tapi sekarang sudah siuman. Luka di bagian pelipis kepala, kemudian tangan sama pinggang kalau akbar luka di engsel pinggang karena ketimbun tapi sudah stabil semua,” terangnya. (mel/dna)

Komentar

Rekomendasi