oleh

Anggaran Covid-19 Hasil Geser Anggaran Infrastruktur, Anggota DPRD Ini Keberatan

radarlampung.co.id-Alokasi anggaran covid-19 di Kabupaten Lampung Timur memunculkan polemik di kalangan anggota DPRD setempat.

Sebelumnya, anggota DPRD F-NasDem Badrun menyatakan, anggaran Rp56 miliar yang disiapkan untuk penanggulangan dampak sosial covid-19 masih terlalu kecil. Dirinya juga menyoal tak ada keterlibatan anggota DPRD dalam pembahasan penyusunan alokasi anggaran tersebut.

Namun, Ketua DPRD Lamtim Ali Johan Arif berharap, anggota DPRD yang merasa tak dilibatkan menyusun alokasi anggaran bisa memberi kesempatan pemkab menyusun rencana di APBD 2020.

Nah, kini giliran Purwianto, anggota dari Fraksi Gerindra yang keberatan. Dia merasa alokasi anggaran covid-19 yang berasal dari pergeseran anggaran kegiatan pembangunan tidak tepat.

Alasannya, alokasi belanja pembangunan infrastruktur merupakan hak masyarakat yang telah direncanakan lewat musyawarah pembangunan (musrenbang). Mulai dari level desa hingga kabupaten.

Purwianto berpendapat, anggaran untuk penanggulangan covid-19 termasuk dampak sosialnya tetap dapat dialokasikan tanpa harus menggeser anggaran pembangunan infrastruktur.  Terlebih kekuatan APBD Lamtim 2020 mencapai Rp2,2 triliun.

 “Masih banyak kegiatan belanja langsung dan belanja tidak langsung yang dapat digeser untuk penanggulangan covid-19,”jelas Purwianto, Minggu (12/4).

Kesempatan yang sama, Purwianto berharap alokasi anggaran untuk penanggulangan covid-19 digunakan secara efektif dan efisien serta dapat dipertanggungjawabkan. (wid/wdi)

Komentar

Rekomendasi