oleh

Warga Muhajirun Maafkan Pemuda Penyebar Hoaks

Radarlampung.co.id – Warga Dusun Muhajirun, Desa Negararatu, Natar, Lampung Selatan (Lamsel) memaafkan AP (22) yang telah meyebarkan berita bohong atau hoaks tentang dusun tersebut.

AP meminta maaf kepada warga Al-Muhajirun di podium masjid An- Nubuwah, kompleks Ponpes Alfatah, Natar usai melaksanakan salat Dzuhur berjamaah, Sabtu (11/4).

Dalam pernyataan permintaan maafnya, AP yang merupakan warga Dusun Kaliasin III, Desa Kalisari, Natar ini menyatakan, menyesali apa yang telah dia lakukan. “Saya dengan ini menyatakan permohonan maaf yang sedalam-dalamnya kepada seluruh warga Kecamatan Natar dan warga Dusun Al-Muhajirun, Desa Negararatu atas kesalahan yang telah saya perbuat. Yaitu dengan menyatakan dan menyebarkan berita bohong tentang adanya warga Al-Muhajirun yang positif terjangkit virus corona dan semua itu adalah tidak benar. Dan merupakan semata-mata adalah kesalahan dan kekhilafan saya,” urainya.

“Maka dari itu sekali lagi saya mohon maaf yang setulus-tulusnya atas kesalahan tersebut yang telah melukai dan meresahkan warga Al-Muhajirun. Saya berjanji tidak akan mengulangi lagi perbuatan tersebut,” katanya.

Selain itu AP juga membuat video permintaan maaf yang disaksikan aparat terkait untuk diketahui masyarakat Kecamatan Natar. Dalam video tersebut, AP juga mengimbau agar masyarakat tidak melakukan kesalahan yang sama, yakni menebarkan hoaks.

Di sisi lain, Kadus Muhajirun Ahmad Khaelani mengaku penerimaan permohonan maaf. Pihaknya juga telah berkoordinasi dengan semua elemen masyarakat baik dari pihak Ponpes Alfatah maupun unsur kepemudaan. “Semua pihak mengutamakan maaf-memaafkan, masalah hukum juga harus ditutup,” tuturnya.

Ia berharap, adanya kejadian tersebut menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak agar lebih berhati-hati menggunakan media sosial.

Sebelumnya, AP diamankan aparat Polsek Natar, setelah sebelumnya membuat status WhatsApp dengan tulisan “Waspada, Muhajirun sudah ada yang kena Covid-19, Positif nggak hoax.” Pemuda Dusun Al-Muhajirun yang geram awalnya ingin mendatangi langsung pelaku, tetapi dicegah oleh Kepala Dusun. Atas koordinasi dengan Kepala Desa, Babinsa dan Bhabinkamtibmas Negararatu akhirnya mempercayakan masalah ini untuk ditangani aparat kepolisian.(kms/nca)

Komentar

Rekomendasi