oleh

Gambaran Kartini Masa Kini

//Nasabah Inspiratif BTPN Syariah

SENYUM manis terus terukir diwajah Purwanti, saat Radar Lampung berkunjung ke rumahnya yang sederhana di jl. Ryacudu, Korpri Raya, Bandarlampung, Rabu (15/4) sore. Ibu dua anak ini merupakan salah satu nasabah inspiratif BTPN Syariah Lampung yang terbilamg sukses merintis usaha meuble sejak 2010.

LAPORAN ELGA PURANTI, BANDARLAMPUNG

Kepada wartawan koran ini, Purwanti mengaku dirinya sangat bersyukur telah dikenalkan pada program Pembiayaan Tepat dari BTPN Syariah, selain karena proses cepat dan mudah yang diberikan, pembiayaan ini tidak mengharuskan dibiturnya untuk memberikan barang jaminan saat mengajukan pinjaman.

“Karena waktu itu boro-boro ada barang yang mau dijaminkan di bank, untuk makan saja kami susah. Tempat tinggal masih mengontrak dan tidak punya kendaraan untuk dipakai sebagai jaminan,“ kata wanita berusia 31 tahun ini kepada Radar Lampung, Rabu (15/4).

Saat itu, Purwanti mengaku diajak seorang teman yang juga menjadi nasabah Pembiayaan Tepat BTPN Syariah. Setelah mengajukan pijaman, Purwanti kemudian diberikan tambahan modal usaha sebesar Rp2 juta yang kemudian dipakai untuk membeli bahan meuble.

Selama satu tahun menjadi nasabah BTPN Syariah, Purwanti juga menunjukan keseriusannya dalam berusaha. Meski tidak memiliki kendaraan, hal itu tidak lantas membuat Purwanti melupakan kewajibannya untuk membayarkan pinjaman dengan tepat waktu.

“Jadi kalau waktunya bayar, saya harus jalan kaki dari rumah ketempat kumpulan (tempat pembayaran pinjaman, Red). Kadang kalau ada temennya ya nebeng, kalau nggak ada ya terpaksa jalan kaki sambil gendong anak,“ ujarnya.

Namun hal tersebut justru menjadi motivasi bagi Purwanti untuk memiliki kendaraan sendiri. Berkat kegigihannya, dalam waktu setahun, Purwanti sudah mampu membeli motor sendiri untuk keperluan transportasi dirinya dan sang suami.

Bahkan, saat ini Purwanti telah mampu membeli tanah dan mobil dari hasil usaha yang dirintis bersama sang suami. “Karena dulu saya masih mengontrak, alhamdulillah setelah sekitar 6 tahun bergabung dengan BTPN Syariah, saya bisa membeli tanah, membangun rumah dan membeli mobil,“ tuturnya.

Tidak hanya itu, Purwanti juga telah berhasil membuka lapangan pekerjaan baru dari usaha meuble yang mereka rintis tersebut. Setidaknya ada tujuh sampai sembilan orang pekerja yang kini bekerja untuk membuat meuble bersama Budiono, sang suami.

Usaha meuble tersebut juga telah memiliki pelanggan tetap. “Kalau dulu harus nunggu beberapa hari sampai barangnya laku dulu, baru produksi lagi. Kalau sekarang alhamdulillah, sudah ada pelanggan tetap. Kebanyakan toko-toko meuble, jadi mereka ambil dari kami untuk dijual kembali,“ jelas dia.

Berkat usaha dan kerja kerasnya tersebut, Purwanti juga telah terpilih menjadi nasabah inspiratif BTPN Syariah yang diberangkatkan umroh oleh bank tersebut pada bulan November 2019 lalu. Hal ini, tentu menjadi berkah tersendiri bagi Purwanti lantaran semua mimpinya telah terwujud.

“Pertama kali saya menjadi nasabah BTPN Syariah, tentu hal yang paling saya idamkan itu usaha saya bisa menjadi besar. Seiring berjalannya waktu saya juga punya mimpi untuk bisa ikut umroh dan alhamdulillah sudah terwujud juga di 2019, kemarin. Rasanya masih seperti mimpi memang,“ akunya.

Ini juga yang membuat Purwanti semakin yakin bahwa setiap usaha memang harus dibarengi dengan doa. “Tetap harus percaya diri juga, meski terkadang orang menganggap kita rendah, tapi kita harus tetap menunjukan bahwa kita mampu,“ tandasnya. (*)

Komentar

Rekomendasi