oleh

Kaula Muda Diminta Jangan Paranoid Sikapi Pandemi Covid-19

RADARLAMPUNG.CO.ID – Porsi terbesar terinfeksi Covid-19 adalah kaum muda. Hal tersebut diungkapkan rektor Universitas Bandar Lampung (UBL) Prof. M. Yusuf S Barusman dalam UBL online talk show, Jumat (17/4).

Talk show tersebut menghadirkan tiga narasumber, yakni Prof. M. Yusuf S Barusman, Dr. dr. Khairun Nisa Berawi, dan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Lampung Reihana yang diwakili dr. Lusi Damayanti selaku Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit.

Sedangkan moderator ialah Pemimpin Redaksi Radarlampung.co.id Widisandika Budiman.

Yusuf yang juga merupakan Ketua ICMI Wilayah Lampung menjelaskan, anak muda yang terinfeksi Covid-19 pun ada yang terinfeksi tanpa gejala, dengan gejala ringan, sedang, dan berat. Jika merujuk data berbagai negara, yang terbesar yaitu porsi anak muda tanpa gejala.

“Hal ini sangat berbahaya sekali karena menjadi pembawa yang secara tidak sengaja dengan perilakunya, misalkan bertemu orang di luar tidak menggunakan masker, atau bertemu dengan orang tuanya , kakek neneknya, atau orang-orang yang rentan. Sehingga anak muda dapat tanpa sadar menularkan ke orang lain,” jelasnya, Jumat (17/4).

Namun, sebaliknya jika dilihat dari sudut pandang yang lain, anak muda juga bisa menjadi pemimpin menghadapi pandemi Corona ini.

“Jadi saya mengajak pada mahasiswa, anak-anak muda jangan sampai kita sendiri paranoid, atau masa bodoh. Padahal justru kita bisa mengambil peran dominan, bagaimana kita menghadapi pandemi Covid-19 ini,” ujarnya.

Sedangkan, dr. Lusi Damayanti menuturkan, dalam percepatan penangangan Covid-19, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung telah menetapkan 30 rumah sakit pemerintah dan swasta sebagai rumah sakit rujukan, serta menyiapkan satu rumah sakit sebagai pusat rujukan isolasi Covid-19.

“Terdapat posko gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 berlokasi di komplek perkantoran Gubernur Lampung. Pembentkan posko kelompok kerja di Dinas Kesehatan Lampung. Kemudian, penguatan jajaran jejaring petugas surveilen pada jajaran kesehatan provinsi dan Dinas Kesehatan kabupaten kota,” jelasnya.

Sementara Dr. dr. Khairun Nisa Berawi mengungkapkan, dirinya selalu menyosialisasi dan mengedukasi masyarakat terkait perilaku hidup sehat di era pandemi Covid-19. Menurutnya ada empat tahapan pengelolaan dalam perilaku hidup sehat, yaitu lingkungan, pengelolaan sosial, pengelolaan keluarga, dan pengelolaan individu. (rur/sur)

Komentar

Rekomendasi