oleh

Ringkus Oknum Modus Cari Donasi Anak Yatim

radarlampung.co.id – Sekelompok anak jalanan, pengemis hingga pak ogah diamankan tim opsnal Polsekta Kedaton di sebuah Pombensin wilayah Rajabasa, Bandarlampung. Kelompok tersebut disinyalir dikomandoi oleh seseorang yang melakukan eksploitasi anak dibawah umur.

Berdasarkan pantauan radarlampung.co id, Lima anak perempuan dibawah umur itu meminta donasi sumbangan, satu perempuan paruh baya yang mengemis serta satu pemuda yang menjadi pak ogah di jalan Soekarno Hatta, Rajabasa, Bandarlampung.

Kapolsekta Kedaton, Kompol M Daud mengatakan, petugasnya mencurigai banyaknya anak-anak dibawah umur yang berkeliaran membawa kardus, meminta sumbangan pada saat masa pandemi ini.

“Setelah kami mintai keterangan, ternyata benar, ada unsur eksploitasi pada kelima anak itu, saat ini masih kita cari tahu siapa yang menyuruh atau koordinator mereka, sedangkan ibu pengemis itu musiman saat akan memasuki bulan ramadhan,” katanya, Sabtu(18/4) di Mapolsekta Kedaton.

Menurutnya, kebanyakan anak-anak yang menggalang dana bodong sudah tidak mengenyam bangku disekolah. “Masih pada dibawah umur, kebanyakan mereka tidak bersekolah lagi berhenti dari SD, beberapa tadi ada yang melarikan diri juga,” ujarnya.

Dalam pemeriksaan, pihaknya sudah dipastikan aksi galang dana untuk anak-anak yatim ini adalah bohong dan masyarakat diminta agar selalu menjaga anak-anaknya untuk berdiam diri.

“Yang seperti ini cukup meresahkan masyarakat, bukannya di rumah, mereka malah berkeliaran. Dan pakai modus donasi untuk anak yatim itu bohong atau tidak benar, masyarakat juga harap berhati-hati jika ingin beramal,” ujarnya.

Sementara, SU (14) mengaku dirinya diajak rekannya yang saat akan diamankan berhasil melarikan diri. “Sudah setahun kalau saya, uangnya kalau dapat dipakai buat sendiri ya ada nyetor juga tapi saya nggak tahu orang nya siapa, saya datang disuruh fotocopy dan tempel ke kardus, dapatnya macam-macam, kadang puluhan sampai ratusan ribu,”ujarnya.

Hal serupa yang dikatakan NI (13) siswi SMP ini kepada salah satu petugas. Ia mengaku bosan dan bingung jika di rumah saja. “Pusing kan ga sekolah jadi ga dapet uang jajan, ikut aja,” singkatnya.(Mel/yud)

Komentar

Rekomendasi