oleh

Duh, Depresi Karena Lama di Rumah, Anak ini Dilaporkan Lari ke Sekolah…

radarlampung.co.id – Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Kabupaten Pesawaran melakukan observasi langsung dan memberikan bantuan untuk pencegahan Covid-19 kepada anak.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Kabupaten Pesawaran, Binarti Bintang mengatakan, dampak dari daring dan kurangnya ruang gerak bermain bagi anak selama sebulan ini membuat kejenuhan bagi anak.

Hal itu juga memengaruhi psikis anak. Karenanya, Dinas PPPA Kabupaten Pesawaran melakukan observasi dan menitik tekankan beberapa program untuk pemulihan psikis anak.

“Setelah melakukan observasi, kami kedepannya memang lebih menitikberatkan pemulihan psikis kepada anak-anak yang selama ini di rumah. Karena dampak belajar di rumah yang begitu lama pasti ada faktor psikis yang menimbulkan kejenuhan bagi mereka,” ujar Bintang saat memberikan bantuan di Posko Penanganan Covid-19 Desa Gedung Dalom, Minggu (19/4).

Setelah diamati, sejauh ini lanjutnya, sudah ada dua laporan anak yang mengalami depresi dan stres serta mengalami sedikit penurunan konsentrasi belajar. Hal ini kata Bintang diduga karena dampak daring dan kurangnya ruang bermain anak.

“Sudah ada dua laporan. Mereka depresi dan sedikit ada penurunan konsentrasi seperti menginginkan segera sekolah, menyebut-nyebut nama gurunya kemudian lari-lari menuju sekolah,” ungkapnya.

Untuk memulihkan psikis anak, Dinas PPPA Pesawaran akan bekerja sama dengan pihak sekolah memberikan program kegiatan serta edukasi untuk meningkatkan keceriaan dan mengembalikan semangat anak.

“Ketika sudah mulai masuk sekolah kami akan memberikan edukasi dan program kegiatan seperti cerdas cermat, outbond dan kami ingin pihak sekolah terutama guru memberikan cerita dongeng kepada anak kecil supaya kembali menyemangati diri anak dan mengembalikan kegembiraan keceriaan mereka,” paparnya.

Selain itu, Binarti Bintang menyampaikan, bahwa Dinas PPPA juga akan lebih memperhatikan kesehatan perempuan, karena kesehatan perempuan terutama para ibu merupakan inti dari keluarga. Untuk itu ia menghimbau agar tetap menjaga stamina dan menjaga lingkungan supaya distancing sosial yang diterapkan di rumah ada manfaatnya.

“Kami juga membagikan cairan disinfektan, buku tulis, masker dan selebaran berisikan edukasi kepada para perempuan, khususnya ibu untuk anak mereka. Kami mengajak para ibu melakukan gerakan fisik untuk mengembalikan stamina, bila perlu buatkan jadwal dan upayakan kegiatan di rumah itu tidak membosankan. Apakah berkebun, kemudian diajak juga anak dengan pekerjaan-pekerjaan ringan misalnya menyapu dan menjaga kebersihan, intinya isilah kegiatan-kegiatan di rumah itu dengan kegiatan yang positif,” pungkasnya. (esn/rnn/ozi/wdi)

Komentar

Rekomendasi