oleh

BBLK Palembang Kehabisan Reagen Tes Covid-19, Uji Swab 7 Warga Lampung Menggantung

RADARLAMPUNG.CO.ID – Rencana kedatangan satu alat lab tes PCR (Polymerase Chain Reaction) untuk mengetahui hasil pengecekan pasien terduga Covid-19 di Lampung kini benar-benar dinantikan.

Alat tes dimaksud ampuh untuk mempercepat mengetahui penyebaran virus Corona di Lampung. Karena sebelumnya, pasien terduga Covid-19 baik yang masuk kategori Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dan orang tanpa gejala (OTG) di Lampung harus dikirim lebih dulu ke Balai Besar Laboratorium Kesehatan Palembang, Sumatera Selatan sesuai dengan aturan yang ada. Sehingga hasil swab membutuhkan waktu khusus hingga hasilnya dapat diketahui positif atau negatif.

Yang saat ini jadi dilema, Dinas Kesehatan (Dinkes) Lampung megungkapkan Balai Besar Laboratorium Kesehatan Palembang sedang kehabisa reagen tes Covid-19. Padahal, masih ada beberapa hasil swab tenggorokan PDP maupun OTG yang ditunggu hasilnya.

”Saat ini kami sedang menunggu jawaban PDP satu orang yang belum ada hasilnya, dan orang tanpa gejala enam orang. Dan Balai Palembang sedang kehabisan reagennya, jadi kita harus menunggu hasil tersebut. Namun pasien-pasien ini sudah diberlakukan sesuai protap pasien Covid-19,” beber Kepala Dinkes Lampung Reihana, Minggu (19/4) melalui pesan WhatsApp-nya.

Saat ini, diakui Reihana, pihaknya masih menunggu kehadiran alat PCR dari Kementerian BUMN. Di mana, Lampung mendapatkan jatah satu alat PCR yang menurut rencana akan diletakkan di Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Provinsi Lampung.

”Karena belum punya PCR, insyaAllah ada dari Kementrian BUMN. Kami sedang persiapan penerimaan PCR ini agar bisa beropersional,” tambah Reihana.

Dalam memaksimalkan penerapan PCR ini, Dinkes Lampung tengah mempersiapkan empat analis untuk pemeriksaan, 1 dokter patologi klinik sebagai penanggungjawab di Labkesda, dan dokter ahli biomed. Rencananya alat ini akan sampai di Lampung akhir April mendatang.

Pada bagian lainnya, Reihana membeberkan perkembangan Covid-19 di Lampung saat ini orang dalam pantauan ada 2817 orang dengan rincian 685 masih dipantau dan 2131 sudah selesai dipantau selama 14 hari, dan satu orang ODP meninggal dunia.

Kemudian pasien dalam pengawasan ada 52 total dengan rincian 14 orang masih dirawat di rumah sakit, 33 orang sembuh dan lima PDP meninggal dunia.

Untuk pasien terkonfirmasi positif total 26 pasien dengan rincian 11 masih dirawat, 10 orang sembuh, dan lima orang meninggal dunia.

Termasuk didalamnya seorang mahasiswa universitas Lampung yang kini berstatus OTG yang sebelumnya tertular dari sang ayah, diduga mahasiswa ini merupakan anak dari mantan anggota DPRD Lampung.

”Ya, benar (mahasiswa berstatus positif yang tertular dari sang ayah), mahasiswa ini OTG. Dan mahasiswa ini memang belum pernah berkunjung ke fakultasnya, kami sudah melakukan tracing pada keluarga pasien nomor 20 yang dinyatakan OTG positif Covid-19,” tandasnya. (rma/sur)

Komentar

Rekomendasi