oleh

RS Imanuel: Tidak Gawat Darurat Tunda Dahulu ke RS

RADARLAMPUNG.CO.ID – Sejak diterapkan sebagai RS rujukan, RS Imanuel membatasi jumlah pasien. Berdasarkan pantauan Radar Lampung, RS yang berada di Jl. Soekarno Hatta, Bypass itu terpantau lengang.

Lobi tempat biasa antrean loket BPJS terpantau sepi. Hanya ada beberapa perawat mengenakan alat pelindung diri (APD) yang standby berjaga di pos perawat dan di IGD.

Saat dikonfirmasi, Kasubag Humas RS Imanuel Alquirina menjelaskan, ada imbauan dari pemerintah kepada RS untuk hanya menangani pasien yang betul-betul dalam kondisi darurat.

“Terkait pembatasan memang ada imbauan jika tidak darurat sekali akan ditunda,” ujarnya.

Sehingga tentunya, kata Alqulirina, hal itu mempengaruhi jumlah pasien. Tak hanya itu, RS Imanuel juga menjadwalkan kembali terkait pasien yang hendak melakukan operasi.

“Operasi yang sifatnya tidak urgen ya kita tunda atau kita jadwalkan ulang. Intinya yang tidak gawat darurat ditunda dahulu,” paparnya.

Sejak ditunjuk sebagai RS rujukan, Imanuel menyiapkan tiga ruang isolasi yang memenuhi standar. RS Imanuel juga meniadakan jam besuk pasien, dan hanya mengizinkan satu orang untuk menjaga pasien.

Saat ini, kata Alquirina, RS Imanuel menyiapkan layanan imona atau Imanuel on air. Melalui nomor WhatsApp 08117945500, pasien bisa berkonsultasi online dan bisa memesan nomor antrian.

“Ini untuk memfasilitasi pasien yang mau berobat ke Imanuel terutama pasien penyakit kronis, sehingga terhubung. Masyarakat bisa bertanya Covid-19 dan bisa tanya jawab seputar kesehatan,” tandasnya. (nca/sur)

Komentar

Rekomendasi