oleh

Jas Hujan di RS Ini pun Menjadi APD Alternatif

RADARLAMPUNG.CO.ID – Rumah Sakit Graha Husada (RSGH) membatasi jumlah pasien rawat inap, khususnya bagi pasien bedah.

Hal itu disampaikan Humas RSGH Santi Sinaga. RS yang berada di Jl. Gajah Mada, Tanjungkarang Timur ini juga membatasi jumlah pasien rawat inap, khususnya untuk pasien yang hendak menjalani operasi.

“Pembatasan pasien kami berlakukan bagi pasien-pasien bedah yang akan melalukan operasi, kecuali emergency,” terang Santi.

Ia menjelaskan, saat ini pihaknya sudah menyiapkan lima ruang isolasi tanpa ventilator. Namun sejauh ini, RSGH belum merawat pasien corona. Namun menurut Santi, beberapa dokter memang merawat pasien yang dicurigai terpapar Covid-19.

“Graha Husada juga membatasi jam praktik dan merawat pasien yang dicurigai Covid, bagi dokter yang berusia 60 tahun ke atas,” sambungnya.

Selain itu untuk menekan penyebaran Corona virus, ada poli yang sementara tidak melayani jam praktik. Di antaranya yakni poli kulit dan kelamin, serta poli mata. Sementara untuk poli gigi melayani via telepon.

RSGH juga meniadakan jam besuk pasien. Selain loket manual, untuk pelayanan seperti pendaftaran pasien, RSGH bekerja sama dengan halodoc untuk pendaftaran pasien umum. “Kalau untuk pelayanan BPJS tetap buka,” terangnya.

Selama pandemi ini diakui Santi, RSGH mengalami penurunan jumlah pasien. “Sekitar 50 persen turun,” paparnya.

Di sisi lain, pihaknya mengeluhkan minimnya APD. Menurut Santi, ketersediaan APD di pasaran sangat langka, sehingga katanya beberapa tenaga medis RSGH terpaksa menggunakan APD alakadarnya, semisal menggunakan jas hujan.

“Kami sangat membutuhkan bantuan APD. Bahkan ada yang terpaksa menggunakan jas hujan,” kata Santi. Namun, meski demikian RSGH mengaku siap untuk memerangi wabah virus corona. (nca/sur)

Komentar

Rekomendasi