oleh

Kematian Rusa Jadi Pelajaran Berharga Unila

RANDARLAMPUNG.CO.ID – Kematian empat rusa sambar yang berada di penangkaran rusa Universitas Lampung (Unila) membuat keprihatinan warga kampus tersebut. Kini, dibentuklah tim konservasi Unila. Latar belakang tersebut juga menjadi salah satu hal diadakannya seminar nasional konservasi 2020.

Guru besar konservasi sumber daya hutan Unila Prof. Sugeng P Harianto mengatakan, penyebab kematian empat rusa tersebut masih tanda tanya. Sebab, berdasarkan, hasil autopsi empat dokter hewan Unila, menyatakan rusa sambar mengalami pneumonia dan dalam rumen ditemukan plastik.

“Kenapa bisa? Karena lahan yang notabene sebagai habitat rusa telah mengalami kerusakan dengan berubahnya habitat rusa menjadi embung Unila. Diduga kuat pembangunan embung menyebabkan perubahan habitat rusa sambar Unila. Kemudian, embung Unila dibangun dengan permanen semen, sehingga rusa tidak mampu lagi berenang,” jelas Sugeng saat pemaparannya di semnas online di UPT TIK Unila, Selasa (21/4).

Ia menuturkan, kematian empat rusa sambar tersebut menjadi pembelajaran sangat berharga untuk Unila. Serta Unila bersama tim konservasi Unila untuk lebih concern dan intensif mengelola rusa sambar dan rusa timor.

“Tentunya langkah cepat yang harus diambil, pertama untuk memperbaiki habitat rusa Unila, dan beritikat baik menjadikan Unila sebagai lembaga pendidikan yang peduli terhadap koservasi satuan liar khususnya rusa sambar dan rusa timor,” ucapnya.

Ia menambahkan, penangkaran rusa Unila menjadi lokasi penelitian mahasiswa Jurusan Kehutanan dan Biologi, kemudian menjadi karya penelitian dosen-dosen unila. Selain itu juga, menjadi lokasi belajar anak-anak usia dini, TK, sampai dengan Sekolah Dasar. (rur/sur)

Komentar

Rekomendasi