oleh

Pembagian Beras di Waylunik Dicurigai Tak Tepat Sasaran

radarlampung.co.id – Warga RT 15B Lingkungan I Kelurahan Way Lunik, Kecamatan Panjang, mencurigai pembagian beras bantuan sosial bagi terdampak Pandemi Covid-19 tak tepat sasaran.

Salah satu warga RT 15B Lingkungan I Slamet Riyadi (70) mengatakan, berdasarkan hasil penelusuran bersama tokoh masyarakat, ada satu keluarga yang mendapat dua paket beras.

“Kita kan warga disini jadi kita tahu mana yang double mana yang tidak. Contohnya saja, kayaka Yanti dan Sutisna, mereka ini kakak beradik, satu rumah, dan belum menikah. Ely dan Halimah, dia satu rumah,” katanya saat ditemui di kediamannya, Selasa (21/4).

Selain itu, ada warga yang seharusnya sudah pindah rumah selama empat-lima tahun, masih menerima bantuan itu, seperti Fitriani dan Holiah. Sedangkan, Neneng Elawati, bukan warga RT 15B Lingkungan I.

Menurutnya, dari 28 orang yang menerima bantuan untuk RT 15B Lingkungan I Waylunik, setidaknya ada 11 orang yang dicurigai datanya tidak valid. “Ada tiga kasus yang kami temukan, pertama Satu KK menerima double bansos, kedua padahal bujangan tapi menerima bansos dan yang ketiga dia tidak tinggal atau bukan warga disana tetapi tetap menerima bansos tersebut,” bebernya.

Slamet mengklaim telah memiliki bukti foto, tiga warga yang mendapat beras, padahal sudah lima tahun meninggalkan kampung tersebut. Tak puas dengan hasil pembagian itu, Slamet sempat mengutus lima orang ke Kantor Kelurahan Waylunik untuk meminta perbaikan data.

“Kami kecewa dengan jawaban lurah Waylunik niat kami untuk memperbaiki pembagian beras itu kok ditanggapi oleh lurah kami dianggap menghambat dan propokator, padahal ada warga yang seharusnya lebih berhak menerima bantuan itu,” ujarnya.

Selain itu, dirinya juga mengungkapkan, bahwa Ketua RT 15 B Lingkungan I, Sutiman rupanya sudah satu tahun pindah
ke Sukabumi. “Ditambah lagi, pak RT kita ini sudah tidak tinggal di sini lagi, jadi mana dia tahu warga mana yang seharusnya menerima mana yang tidak,” tandasnya.

Terpisah, Lurah Waylunik Dody Martalaga didampingi Sekretaris Lurah (Seklur) Yusuf Jumhari membantah pembagian beras tersebut tidak tepat sasaran, sebab datanya sudah dilakukan verifikasi.

“Warga yang mendapat bantuan beras itu sudah kami verifikasi. Data penerima bantuan kami dapat dari camat yang diperoleh dari Dinas Sosial atas dasar data BPNT dan PKH. Kebetulan untuk RT 15B Lingkungan I yang melakukan verifikasi data itu sekertaris lurah,” katanya di kantornya.

Sementara, Seklur Waylunik, Yusuf Jumhari menjamin bahwa yang mendapat bantuan beras sesuai dengan instruksi dari lurah dan camat. Yang kemudian, data tersebut diverifikasi berdasarkan kartu keluarga. “Sebelumnya ada 33 orang yang mendapat bantuan beras, tapi atas masukan RT diubah menjadi 28 orang karena yang lima orang sudah pindah,” ujarnya.

Kemudian dari hasil verifikasi bersama ketua RT, yang mengacu pada Kartu Keluarga masing-masing penerima didapatlah 28 orang yang berhak menerimanya. “Kalau KK ada ya sudah berarti benar data tersebut. Soal di lapangan terjadi perbedaan saya tidak tahu saya hanya melakukan verifikasi KK saja. Kalau dibilang double ya buktinya KK-nya ada,” pungkasnya. (apr/yud)

Komentar

Rekomendasi