oleh

Dua PDP Wafat, Terkonfirmasi Covid-19 Bertambah

radarlampung.co.id-Dinas Kesehatan Provinsi Lampung kembali mengabarkan kondisi pasien Covid-19 di Provinsi Lampung. Tercatat, pasien terkonfirmasi positif bertambah satu, dua orang pasien dalam pengawasan (PDP) tutup usia.

Kadis Kesehatan Provinsi Lampung Reihana mengatakan satu pasien yang dinyatakan positif merupakan wanita 48 tahun asal Sekincau, Lampung Barat. Swab dilakukan usai pasien ini beralamat dekat dengan salah satu pasien terkonfirmasi positif Covid-19 yang meninggal asal Sekincau, Lambar.

“Ya benar ada satu orang pasien terkonfirmasi positif merupakan wanita 48 tahun nonya S. pasien ini rujukan RS Alimudin Umar Lambar, pada 6 april 2020 dirujuk ke RS Handayani Kotabumi. Dari rumah sakit ini harus dirujuk ke RSUDAM dan pasien juga akan melakukan pengangkatan rahim. Pada April pasien di operasi, pada saat itu perawat melakukan swab tenggorok dan hidung, karna beralamat di Sekincau, Lambar apalagi di sekincau, Lambar merupakan satu alamat di pasien positif sebelumnya, dan pasien juga tidak punya riwayat perjalanan sebelumnya,” beber Reihana Selasa (22/4).

Kemudian pada 15 April hasil keluar karna positif. Kemudian 16 april sebelum pulang karena setelah selesai operasi dinyatakan negatif non reaktif. Saat ini 16 april sebelum pulang dilakukan rapid tes hasil ya negatif non reaktif. Dan Kondisi pasien sehat.

“Sementara pasien masih menunggu di Bandarlampung karena masih menunggu kontrol luka operasinya pada 25 April. Pasien isolasi dirumah dan lapor ke puskemas terdakat dalam pemantauan 14 hari kedepan,” terang Reihana.

Sementara dua orang PDP yang dinyatakan meninggal sendiri memiliki riwayat perjalanan dari daerah terjangkit sebelumnya yaitu Tangerang, Banten dan Jakarta.

Reihana menjelaskan untuk pasien Z berusia 24 tahun tiba di Bandarlampung pada 11 April lalu dan sebelumnya bekerja di Jakarta. Sebenarnya pasien Z telah memiliki sakit sejak tiga bulan lalu, ada juga pembengkakan di leher sebelah kirinya. Dan sebulan terakhir kerap mengalami demam.

“Pada 19 April pasien Z mengalami batuk sesak, mual, disertai demam karena kondisi pasien memburuk. Kemudian keluarga membawa ke salah satu rumah sakit swasta dan hasil pemeriksaan, hasilnya tidak baik. Kemudian saat di diagnosa ditemukan ada suspect TB Paru positif dan HIV positif. Akhirnya pasien ditetapkan jadi PDP karena berasal dari Jakarta,” tambahnya.

Kemudian pasien di rujuk ke RSUDAM. Pada 20 April pasien Z diambil swabnya oleh petgas karena alasan dari daerah terjangkit. Pada 20 April pukul 23.00 WIB pasien dinyatakan meninggal dunia.

Selanjutnya, PDP yang meninggal ialah Pasien wanita S (54). Pasien S ini juga memiliki riwayat perjalanan ke Tangeramg, Banten. “Pada tanggal 4 april, datang dari Tanggerang, kemudian 6 april S datang ke puskes di Lampung Timurm dengan keluhan pusing seperti linglung namun tidak ada riwayat demam, batuk, pilek, sesak. Dari puskes dirujuk Rumah sakit swasta di Metro,” tambah Reihana.

Selanjutnya, oleh dokter didiagnosa menderita cancer otak. Selanjutnya, dokter Rumah sakit swasta merujuk nyonya S ke rumah sakit pemerintah di Bandarlampung untuk pengobatan lanjut. Pada 9 April pasken sakit kepala lagi, namun tidak ada demam, batuk dan sesak.

“kemudian Keluarga membawa kembali ke puskesmas membawa rujukan untuk beronat pada rumah sakit swasta pada 13 april, minta dirawat di puskes selama dua hari sampai 15 April. Selanjutnya kondisi umum pasien terus menurun dan didagnosa pneomonia dan penumpukan cairan di otak. Pada 20 april PDP meninggal dunia pukul 20.10 WIB. Telah dilakukan sampel swab karena berada di daerah terjangkit. Dan sudah dikirimkan ke Litbangkes Jakarta. Untuk pemusaran, semua pasien PDP jenazahnya dilakukan dengan pasien pemulasaran pasien terkonfirmasi covid-19,” tandasnya.

Sementara data Lampung per Selasa (21/4) ada sebanyak 2907 orang dalam pemantauan (ODP), dengan total yang masih dipantau 653 orang, sudah selesai dipantau 2253 orang dan satu orang meninggal.

Kemudian PDP Ada 55 pasien dengan rincian 15 orang masih di rawat, 33 sudah dinyatakan sembuh dan negatif, 7 orang meninggal. Sementara Pasien terkonfirmasi positif covid-19, 27 pasien, 12 masih dirawat, lima meninggal, 10 dinyatakan sembuh. (rma/wdi)

Komentar

Rekomendasi