oleh

PDP Asal Lampura Meninggal, “Tolong, Jangan Jadikan Ini Aib!”

radarlampung.co.id – Satu lagi pasien dalam pengawasan (PDP) asal Lampung Utara meninggal dunia. Wanita berusia 20 tahun yang tinggal di Kecamatan Abung Surakarta ini mengembuskan nafas terakhir di Rumah Sakit Umum Daerah dr. Hi. Abdul Moeloek (RSUDAM) Bandarlampung, Sabtu dini hari (25/4).

Jenazah dimakamkan di tempat pemakaman khusus Covid-19, di Desa Tanjungiman, Kecamatan Blambanganpagar, sekitar pukul 15.30 WIB.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Lampura Sanny Lumi mengungkapkan, pasien tersebut sebelumnya sempat menjalani perawatan di Kotabumi. Kemudian ia dirujuk ke RSUDAM Bandarlampung.

“Proses pemakaman dilakukan sesuai protokeler pemulasaran jenazah Covid-19. Sebab berdasar surat keterangan dokter, pasien dinyatakan suspect virus Corona. Untuk hasil tes Swab, kami masih menunggu hasil laboratorium Palembang,” kata Sanny.

Sementara AO, orang tua dari PDP yang meninggal mengatakan, anaknya bekerja sebagai asisten rumah tangga di Tangerang.

Di sana, ia dikabarkan terjatuh dan sempat menjalani perawatan di rumah sakit setempat. Saat kembali ke kampungnya, pasien tersebut sakit dan dirawat di Kotabumi. Kemudian dirujuk ke RSUDAM.

“Saya berterima kasih kepada pemerintah daerah yang telah mengurusi jenazah anak saya. Saya ikhlas dengan semua ini. Saya berharap kepada warga dan tetangga agar jangan menjadikan ini sebuah aib,” kata AO.

Berdasar data yang diperoleh, hingga saat ini dua PDP asal Lampura meninggal dunia. Empat orang positif terjangkit masih menjalani isolasi di GSG Islamic Center Kotabumi. (ozy/ais)

 

Komentar

Rekomendasi