oleh

Guru Wajib Rancang Praktik yang Aman Dilakukan Secara Mandiri

RADARLAMPUNG.CO.ID – Penerapan pembelajaran daring untuk peserta didik selama masa pandemi Covid-19 selain merubah pembelajaran tatap muka antara siswa dengan guru, juga merubah kegiatan praktik. Khususnya bagi siswa SMK.

Meski begitu, pembelajaran harus tetap dilaksanakan walau tidak praktik secara langsung.

Seperti yang dikatakan salah satu guru produktif teknik audio video (Elekronika) SMK Negeri 2 Bandarlampung Didik Sri Utomo. Ia mengatakan, selama pembelajaran daring, kegiatan belajar mengajar tidak ada praktik perakitan.

Sebab, praktik di SMK harus diawasi guru agar guru juga mengetahui proses dari anak-anak. Jika dilakukan mandiri di rumah, diyakininya siswa akan mengalami kesulitan seperti alat praktik yang tidak tersedia di rumah, dan lainnya.

“Ya karena kalau praktik mandiri khususnya di SMK itu agak susah. Karena siswa harus diawasi oleh guru,” katanya, Minggu (26/4).

Jika praktik memang dibutuhkan, lanjut dia, dalam KBM di sistem daring, praktik bisa dilakukan tetapi praktik yang tidak harus diawasi gurunya, dan aman dilakukan di rumah.

“Misalkan, di elektronika, praktiknya membaca resiator. Atau yang lain, materinya sistem akustik ruangan. Nanti saya meminta anak untuk mencari sound system untuk ruangan sebesar 2×3. Jadi anak memilih sound sistem apa yang spesifikasinya cocok sesuai dengan ruangannya. Nanti anak membuatnya dengan presentasi dan di-upload,” jelasnya.

Ia menambahkan, terkait penilaian akhir semester, pihaknya juga sudah memiliki catatan atau nilai harian setiap siswanya sejak awal semester untuk dijadikan bahan penilaian.

“Dari awal proses pembelajaran, saat masih tatap muka, kita sudah mengamati siswa kita, dan sudah miliki nilai harian. Mulai dari proses KBM, praktik, maupun saat pembelajaran daring. Kebetulan di SMK yang bersifat praktik tidak diujikan. Jadi ujiannya adalah praktik selama awal semester hingga akhir semester,” pungkasnya. (rur/sur)

Komentar

Rekomendasi