oleh

Kendaraan Golongan 1 Boleh Masuk Tol, Tapi …

Penurunan Kendaraan Capai 61%

RADARLAMPUNG.CO.ID – Akses ruas jalan tol trans Sumatera (JTTS) tetap dibuka untuk melayani beberapa kendaraan, termasuk kendaraan golongan 1. Namun yang hanya akan melakukan perjalanan di dalam Lampung saja.

Hal itu dalam rangka menekan penyebaran Covid-19 di Lampung yang juga telah menjadi kebijakan pemerintah pusat dalam melarang masyarakat untuk melakukan mudik dalam menekan angka penularan.

Kepala Cabang PT Hutama Karya (HK) Ruas Bakauheni-Terbanggibesar (Bakter) Hanung Hanindito mengatakan, sejak diberlakukannya pelarangan mudik, jalan tol terbilang sepi. Dari pantauan di KM 20 Sabtu (25/4) ruas tol sangat lengang.

“Kemarin sore di KM 20, sudah tidak ada yang lewat. Jalanan sepi, bahkan suara azan sampai kedengeran. Biasanya tidak pernah,” beber Hanung saat dihubungi melalui pesan WhatsApp-nya.

Hanung mengatakan, kondisi ruas tol yang lengang terjadi dari kedua arah. Baik dari arah Bakauheni maupun menuju Bakauheni.

Dia menambahkan, untuk saat ini memang HK menerapkan kebijakan hanya kendaraan tertentu saja yang diperkenankan melintasi ruas tol. Termasuk kendaraan pribadi yang masuk golongan satu, hanya kendaraan ini akan ditanyakan asal dan tujuannya karena HK tetap membatasi kendaraan yang akan menyeberang dan menuju Sumatera Selatan karena jalurnya menjadi satu.

“Kalau dalam provinsi kan tidak ada masalah. (Pembatasan) Kecuali Gubernur Lampung menerapkan PSBB (pembatasan sosial berskala besar),” tambahnya.

Kepala Cabang PT HK ruas Terbanggibesar-Pematangpanggang-Kayuagung (Terpeka) Yoni Satyo menambahkan, PT HK selama 37 hari sejak 24 April menerapkan penyekatan bagi sejumlah kendaraan. Yang dipersilahkan lewat di antaranya kendaraan pemadam kebakaran, kendaraan kesehatan, mobil operasional tol, kendaraan berplat merah, truk logistik, dan kendaraan pribadi dengan catatan.

“Jadi sebenarnya tol tetap buka melayani, tapi khusus untuk golongan satu hanya di dalam provinsi, jadi saat kendaraan mau masuk tol ditanya dahulu. Jadi penyekatan yang dimaksud belum tentu ditutup tapi disaring kendaraan yang diperbolehkan masuk melalui tol,” beber Yoni.

Untuk ruasnya, penjagaan terketat ialah di Gerbang Tol Kayuagung, Sumatera Selatan. Meskipun di Gerbang Tol Simpang Pematang juga dijaga ketat dan ada pemeriksaan kendaraan yang masuk, terutama kendaraan pribadi berpenumpang.

Semenjak masuknya virus Corona di Lampung, penurunan jumlah kendaraan di jalan tol telah terjadi sejak 19 Maret.

“Sebenarnya sejak 19 Maret jumlah kendaraan yang masuk ke tol keseluruhan telah mengalami penurunan. Pada saat itu mencapai 46%. Sementara sejak diberlakukannya larangan mudik dan penjagaan ketat diberbagai pintu masuk daerah, per 25 April penurunan kendaraan sudah mencapai 61%. Ini terbanyak penurunan kendaraan pribadi. Kalau kendaraan besar hanya turun 17%,” tandasnya. (rma/sur)

Komentar

Rekomendasi