oleh

La’allakum Tattakun

Oleh Asrian Hendi Caya*

UNTUK sukses (hasanah) manusia selalu bicara kualitas. Semua orang berharap menjadi manusia berkualitas agar hasanah (sukses) di dunia dan di akhirat.  Kesuksesan di dunia saja tidak cukup karena masih ada kehidupan setelah dunia (akhirat). Dan semua orang menyadari bahwa tidak ada yang abadi di dunia.

Setiap yang bernyawa akan merasakan mati. Dan hanya pada hari Kiamat sajalah diberikan dengan sempurna balasanmu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, sungguh, dia memperoleh kemenangan. Kehidupan dunia hanyalah kesenangan yang memperdaya”(Qs 3: 185). Dan manusia akan kembali pada Allah SWT. “Dan takutlah pada hari (ketika) kamu semua dikembalikan kepada Allah. Kemudian setiap orang diberi balasan yang sempurna sesuai dengan apa yang telah dilakukannya, dan mereka tidak dizhalimi (dirugikan)” (Qs 2: 281).

Kita harus kembali kepada Allah SWT dengan kemenangan (kesuksesan). Lalu bekal apa yang harus kita bawa? “Bawalah bekal, karena sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa. Dan bertakwalah kepada-Ku wahai orang-orang yang mempunyai akal sehat!” (Qs 2: 197). Ternyata kualitas yang dikehendaki Allah atas manusia adalah takwa. “Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling bertakwa diantara kamu(Qs 49: 13).  

Itulah sebabnya Allah memerintahkan kita untuk bertakwa. “Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah …” (Qs49: 18). “Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benar takwa kepada-Nya…” (Qs3: 102). Nabi Muhammad SAW pun menyampaikan hal yng sama. Dari Abu Dzar Jundub bin Junâdah dan Abu Abdirrahman Mu’âdz bin Jabal Radhiyallahu anhuma,  dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda, “Betakwalah kepada Allah di mana pun engkau berada. Dan ikutilah kejelekan dengan kebaikan, niscaya kebaikan itu akan menghapusnya. Dan pergaulilah sesama manusia dengan akhlak mulia.” (HR. At-Tirmidzi No 1987). Para Sahabat pun memesankan hal yang sama. ‘Umar bin al-Khaththab Radhiyallahu anhu menulis surat kepada anaknya, ‘Abdullah, “Amma ba’du. Aku berwasiat kepadamu, hendaklah engkau bertakwa kepada Allah Azza wa Jalla , karena barangsiapa bertakwa kepada-Nya, Dia akan melindunginya. Barangsiapa bersyukur kepada-Nya, Dia menambahkan nikmat-Nya kepadanya. Jadikanlah takwa di kedua pelupuk matamu dan hatimu”(Jâmi’ul ‘Ulûm wal Hikam, I/406).

Saatnya membangun kualitas takwa dalam kehidupan kita. Bagaimana caranya? Menyembah Allah.  Wahai manusia! Sembahlah Tuhanmu yang telah menciptakan kamu dan orang-orang yang sebelum kamu, agar kamu bertakwa” (Qs 2: 21). Berpegang teguh pada pesan Allah.   Dan (ingatlah) ketika Kami mengambil janji kamu dan Kami angkat gunung (Sinai) di atasmu (seraya berfirman), “Pegang teguhlah apa yang telah Kami berikan kepadamu dan ingatlah apa yang ada di dalamnya, agar kamu bertakwa.” (Qs 2: 63).

Menjalankan qisas. “Dan dalam qisas itu ada (jaminan) kehidupan bagimu, wahai orang-orang yang berakal, agar kamu bertakwa” (Qs 2: 179). Berpuasa. “Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu agar kamu bertakwa” (Qs 2: 183). Ikuti jalan Allah.  “Dan sungguh, inilah jalan-Ku yang lurus. Maka ikutilah! Jangan kamu ikuti jalan-jalan (yang lain) yang akan mencerai-beraikan kamu dari jalan-Nya. Demikianlah Dia memerintahkan kepadamu agar kamu bertakwa’ (Qs 6: 153).

Mengamalkan Ajaran Allah. “.. (Dan Kami firmankan kepada mereka), “Peganglah dengan teguh apa yang telah Kami berikan kepadamu, serta ingatlah selalu (amalkanlah) apa yang tersebut di dalamnya agar kamu menjadi orang-orang bertakwa” (Qs 7: 171)

Secara garis besar takwa adalah beriman dan beramal soleh (kebaikan), “ialah beriman kepada Allah, hari kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir (yang memerlukan pertolongan) dan orang-orang yang meminta-minta; dan (memerdekakan) hamba sahaya, mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan orang-orang yang menepati janjinya apabila ia berjanji, dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan” (Qs 2: 177).  Semoga kita termasuk orang yang bertakwa.(*)

 

*Peneliti PUSIBAN – Pusat Studi dan Informasi Pembangunan

*Pengurus Masjid AIRAN Way Huwi

 

Komentar

Rekomendasi