oleh

Lampung Kategori Epidemiologi Propagated

RADARLAMPUNG.CO.ID – Penambahan pasien terkonfirmasi positif virus corona di Lampung per Minggu (26/4) bertambah empat orang, sehingga total ada 42 pasien terkonfirmasi positif di Lampung. Rinciannya, 27 orang masih diisolasi, 10 orang sembuh, dan lima orang meninggal dunia.

Penambahan pasien positif per Minggu sebanyak empat orang merupakan satu kasus baru dan tiga hasil tracing. Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Lampung Reihana mengatakan penambahan kasus baru satu orang asal Waykanan memiliki riwayat perjalanan ke Gowa, Sulawesi Selatan.

“Hari ini ada empat kasus tambahan konfirmasi positif Covid-19. Yaitu satu orang dari Waykanan. Beliau merupakan laki-laki 42 tahun ada riwayat perjalanan ke Gowa, Sulsel. beliau kategori orang tanpa gejala (OTD) dan saat ini sedang melakukan isolasi mandiri,” beber Reihana.

Kemudian tiga lainnya asal Tulangbawang Barat merupakan hasil tracing salah satu pasien positif yang telah dinyatakan positif sebelumnya. “Tiga lainya hasil tracing pasien kami sebelumnya asal Tulangbawang Barat. Ketiganya merupakan laki-laki 65 tahun, laki-laki 70 tahun dan laki-laki 43 tahun. semuanya OTG. Semua tidak di isolasi di rumah sakit,” tambahnya.

Melihat perkembangan Covid-19 di Lampung sejak Januari lalu. Hasil studi yang telah dilakukan Dinkes Lampung bersama dengan pakar epidemiologi menyebut kasus covid-19 di Lampung masuk kategori epidemiologi propagated.

“Karena banyak kasus positif Covid-19 di Lampung berasal dari luar provinsi Lampung dan ada riwayat kontak dengan daerah terjangkit. Dan dari sini disimpulkan belum ada transmisi lokal,” tambahnya.

Untuk itu Reihana mengajak masyarakat lebih disiplin menjalani perintah pemerintah dalam menjalani upaya pemutusan rantai penyebaran Covid-19.

“Mari disiplin untuk menjaga jaral minimal satu meter, disiplin menjaga stamina tubuh, disiplin menggunakan masker, disiplin tidak mendatangi kerumunan orang dan tetap dirumah saja,” lanjutnya.

Pada bagian lainnya, satu orang pasien dalam pengawasan (PDP) kembali meninggal pada Minggu (26/4) di RSUDAM. Pasien ini seorang perempuan 63 tahun asal Pesawaran.

“Jadi pasien ini memiliki riwayat penyakit kanker rahim yang melakukan pengangkatan rahim. Namun saat di rapid tes hasilnya positif dan ternyata saat didalamu pasien punya riwayat kontak anaknya di Serang, Banten. Kemudian setelah operasi keadaannya semakin jelek dan dimasukan isolasi, di lihat laboratorium mengarah ke inveksi virus. Sudah sejak semalam (25/4) kondisi pasien memburuk dan pada 11.50 WIB pagi ini meninggal dunia dan pemulasaraan jenazah dilakukan seperti jenazah covid19,” tandasnya. (rma/sur)

Komentar

Rekomendasi