oleh

Tetap Bersyukur, Meski Pendapatan Menurun

radarlampung.co.id – Pandemi virus Corona berdampak pada seluruh sektor. Termasuk industri rumahan. Salah satunya usaha pembuatan cincau hitam yang seharusnya meraup untung saat Ramadan.

Ini dirasakan oleh Zulkifli (62), perajin cincau hitam yang membuka usaha di Jalan Abimanyu, RT.1, Jagabaya I, Wayhalim, Bandarlampung. Usaha yang sudah berlangsung sejak era 1980-an ini cenderung lesu saat merebaknya virus Corona.

”Setiap hari saya produksi cincau hitam. Tapi memang nggak banyak. Bulan Ramadan agak dilebihkan karena memang banyak dicari,” kata Zulkifli ditemui dikediamannnya, Senin (27/4).

Ramadan tahun lalu, ia bisa memproduksi 150 loyang cincau hitam, Namun saat ini, hanya produksi 50 loyang sehari. ”Tetap bersyukur. Meski pendapatan menurun, api masih bisa produksi,” sebut dia.

Zulkifli yang sudah 22 tahun menjalani usaha keluarga ini mengaku, tetap bertahan dengan profesinya. ”Sekarang, mungkin berkurang produksinya. Sebab bahan bakunya makin naik saat puasa. Ditambah pembelinya juga berkurang. Tapi Alhamdulillah masih ada yang beli. Selain orang beli buat konsumsi sendiri, ada juga untuk dijual ke masyarakat umum,” sebut dia. (gar/ais)

 

Komentar

Rekomendasi