oleh

Balas Jasa untuk Ibu, Rela Jadi Pengantar Jenazah

radarlampung.co.id – Rasa kemanusiaan. Ini menjadi alasan Deri, mau mengantar jenazah. Jika memang dibutuhkan, termasuk mengangkut pasien Covid-19.

Ada cerita tersendiri bagi Deri memilih profesi sebagai sopir ambulans swasta. Ini bermula saat ibu dari warga Jalan Bumimanti II, Labuhanratu, Bandarlampung tersebut meninggal dunia 10 tahun lalu.

“Sejak 2010 lalu. Sepuluh hari setelah ibu saya meninggal, saya mulai kepikiran. Bagaimana caranya saya balas jasa mereka yang sudah banyak membantu keluarga kami mengantarkan jenazah dari Lampung Barat ke Bandarlampung. Akhirnya saya beli mobil untuk dijadikan ambulans pengangkut jenazah,” kenang Deri.

Pria berambut gondrong ini mengatakan, ia merombak mobil yang dibeli hingga menyerupai ambulans. Ia bertekad membantu mereka yang membutuhkan jasanya.

“Sejak itu, banyak yang meminta tolong. Mulai dari jenazah yang membusuk hingga korban kecelakaan yang tubuhnya terpencar dan harus dikumpulkan. Itu biasa saja. Tidak ada jijik. Hanya rasa kemanusiaan yang terketuk. Mungkin karena saya sudah menjiwai. Ikhlas saja,” tegasnya.

Hingga kini, ayah dari dua anak ini mengaku belum pernah mengantar jenazah atau pasien yang terinfeksi Covid-19. Namun jika suatu saat dibutuhkan, dirinya sudah bersiap diri untuk membantu.

“Saya siap. Kenapa mesti takut. Demi rasa kemanusian dan ridha Allah. Kita harus saling membantu, tegasnya. (mel/ais)

 

Komentar

Rekomendasi