oleh

Jalani Kuliah Daring, Hal Ini Paling Dikeluhkan Mahasiswa

RADARLAMPUNG.CO.ID – Universitas Lampung (Unila) sudah menerapkan kuliah daring (dalam jaringan) atau online sebagai langkah preventif penyebaran virus Corona di lingkungan kampus. Namun, koneksi internet juga menjadi kendala pembelajaran daring.

Seperti diungkapkan salah satu mahasiswa Unila, Reizki Arsyad. Mahasiswa semester dua Pendidikan Kedokteran Unila ini mengatakan, ketidakstabilan koneksi internet baik mahasiswa maupun dosen terkadang membuat penyampaian materi dan tanggapan menjadi terhambat.

“Jadi koneksi internet harus benar-benar stabil untuk menjalankan kuliah daring ini. Karena terkadang penyampaian materi oleh dosen atau tanggapan dari kawan-kawan jadi terkendala,” ujarnya, Senin (27/4).

Namun, diakuinya, dirinya cukup excited mengikuti kuliah online yang diadakan sejak 15 Maret lalu. Setiap hari ia menjalani kuliah daring secara online 2 sampai 4 mata kuliah seharinya sesuai jadwal kuliah terjadwal.

“Untuk tugas yang sudah dikerjakan, kita unggah ke Google Classroom. Kalau ada jadwal praktikum, kita diberikan kemudahan untuk mengakses video praktikum secara online,” imbuhnya.

Hal sama diungkapkan Krisnady Kesumadiksa, mahasiswa semester 6 Ilmu Hukum Unila. Menurutnya, berbagai platform yang bisa digunakan untuk kuliah daring membutuhkan koneksi jaringan yang stabil dan memadai. Sehingga, perkuliahan daring dirasa kurang optimal.

“Rata-rata satu kali kuliah online sekitar 90 menit bahkan lebih. Sinyal yang buruk kadang menjadi kendala sehingga tak bisa masuk dan bergabung di kelas online atau mengunggah tugas via Whatsapp, Google Classroom, maupun Siakadu,” ucapnya.

Namun begitu, dirinya memaklumi kondisi tersebut, sebab kuliah daring adalah pilihan terbaik yang bisa dilakukan pihak kampus dalam kondisi sekarang.

“Saya berharap proses perkuliahan daring bisa lebih efektif dan optimal. Dan kedepannya seluruh dosen bisa lebih banyak mengadakan pembelajaran terarah ketimbang memberi tugas,” usulnya. (rur/rls/sur)

Komentar

Rekomendasi