oleh

Ini Penyebab Jembatan Negeriagung yang Baru Diperbaiki Sudah Rusak

radarlampung.co.id – Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Tanggamus angkat bicara terkait amblasnya jembatan di Pekon Negeriagung, Kecamatan Talangpadang, Sabtu malam (25/4).

Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Tanggamus Bowo Nugroho membenarkan jembatan tersebut direhab akhir 2019 lalu. Ini setelah Bupati Tanggamus Dewi Handajani menerima langsung keluhan dari warga terkait kondisi jembatan yang rusak.

Lantaran anggaran 2019 sudah ketok palu, saat itu pembenahan jembatan diambil melalui sebagian dana pemeliharaan jalan dan jembatan.

“Masyarakat sudah sering mengeluh kepada bupati mengenai kondisi jembatan yang rusak parah. Di mana, bagian jembatan sudah ada yang berlubang besar dan dinding sungai tergerus,” kata Bowo mewakili Kepala Dinas PUPR Tanggamus Riswanda Djunaidi, Selasa (28/4).

Mendengar keluh kesah masyarakat tersebut, bupati segera memerintahkan Dinas PUPR untuk memperbaiki jembatan.

Lantaran mendesak, maka Dinas PUPR mencari cara agar jembatan dapat diperbaiki dengan dana seadanya, yang berasal dari pemeliharaan jalan dan jembatan secara swakelola.

“Perbaikan dilakukan dengan menimbun oprit yang sudah berlubang, membuat talud pasangan batu,dan pemasangan bronjong untuk perkuatan sisi sungai dan pengarah aliran air. Anggaran yang digunakan untuk perbaikan tersebut Rp63.766.000,” ujarnya.

Saat itu, perbaikan struktur abutmen tidak dapat dilakukan karena memerlukan anggaran yang besar.

Meski sudah diperbaiki, Bowo mengakui bahwa jembatan itu tidak akan bertahan lama. Sebab kondisi jembatan memang rusak parah, sehingga diperlukan penanganan lanjutan seperti membuat jembatan baru.

“Kondisi saat ini, abutmen jembatan ambrol. Secara teknis tidak dapat dilakukan perbaikan lagi. Solusi satu-satunya adalah membuat jembatan baru,” tandasnya.

Pembangunan jembatan baru di Pekon Negeriagung, lanjut Bowo, menjadi harapan semua pihak. Anggaran yang diperlukan mencapai Rp1,5 miliar, ditambah pembebasan lahan.

“Jadi, selain harus menjadi prioritas, ini juga perlu dorongan dari legislatif,” pungkas Bowo. (ral/ehl/ais)

Komentar

Rekomendasi