oleh

Orang Tua dan Guru Harus Kooperatif Berikan Pendampingan ABK Selama Belajar di Rumah

RADARLAMPUNG.CO.ID – Orang tua harus sering konsultasi dan sharing kepada guru untuk memberikan pendampingan kepada anaknya yang berkebutuhan khusus, khususnya untuk pembelajaran daring selama masa pandemi Covid-19.

Akademisi pendidikan luar biasa Yulvia Sani, M.Pd., mengatakan, berdasarkan berbagai macam ketunaan, tidak semua bisa didaringkan. Namun, dalam kondisi seperti ini, harus tetap memberikan pelayanan.

Menurutnya, untuk tunanetra ataupun tunarungu tidak terlalu menjadi masalah. Sebab, untuk tuna netra masih bisa menggunakan aplikasi berbentuk audio, atau tuna rungu menggunakan video yang terdapat penerjemah atau tugas dalam bentuk tulisan. Namun timbul kendala saat pembelajaran daring yaitu anak-anak yang mengalami hambatan interaksi komunikasi. Sebab, tipe anak seperti itu karakteristiknya repetitif and restricted, yaitu mengulang perilaku yang sama, dan restricted adalah kekakuan terhadap perilaku.

“Jadi rutinitas dia yang datang setiap hari ke sekolah, tiba-tiba tidak ada. Nah, ada di beberapa bagian orang tua mengalami kesulitan, karena anaknya sering tantrum,” ujarnya, Selasa (28/4).

Sehingga, lanjutnya, ketika hal yang demikian muncul, dan orang tua tidak bisa lagi mengakali programnya, harus dilakukan visit oleh guru.

“Dilakukannya visit, itu pun hanya pada saat orang tua tidak mampu lagi atau dalam keadaan yang urgent saja. Kalau masih bisa didampingi orang tua, dengan metode dan pendekatan yang benar, masih dipantau melalui grup WA, atau platform prmbelajaran lainnya,” imbuhnya.

Dikatakannya, untuk pembelajaran daring bagi anak yang hambatannya memiliki kategori berat, sedikit mengalami kesulitan. Yang pertama, guru betul-betul harus mendetailkan apa yang harus dilakukan oleh orang tua ke anak. Bahkan di beberapa sekolah guru membuat video tutorial untuk orang tua agar melakukan hal yang sama.

Dalam pembelajaran yang diharuskan daring seperti saat ini, guru harus mampu memberikan pedoman kepada orang tua bagaimana pun caranya. Juga harus sharing yang dilakukan setiap saat, karena mereka belajar secara berkesinambungan.

“Kalau untuk tunanetra dan tunarungu tidak mengalami hambatan terlalu banyak. Apalagi yang sudah bisa membaca, itu akan lebih mudah,” katanya.

Bagi orang tua, harus menyediakan banyak waktu untuk anaknya. Misalnya, sang ibu yang mempunyai banyak waktu. Bagaimana pengetahuannya terkait anaknya sendiri, lalu bagaimana bisa memberikan waktu itu kepada anaknya.

“Metode apa yang harus digunakan, dan harus konsultasi dengan guru. Jadi betul-betul detail, dan harus mencari pengetahuan-pengetahuan seperti bagaimana pendekatan, bagaimana cara, bagaimana bentuk terapi yang dapat dilakukan di rumah,” pungkasnya. (rur/sur)

Komentar

Rekomendasi