oleh

Digital Marketing Solusi Pasarkan Produk di Masa Pandemi

RADARLAMPUNG.CO.ID – Digital marketing lebih efisien dari segi pembiayaan untuk memasarkan produk. Hal tersebut terungkap dalam business seminar series MM Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Lampung (Unila) yang bekerja sama dengan Indonesia Marketing Association (IMA) Chapter Lampung dengan tema “Digital Business Strategy in Pandemi” melalui seminar virtual.

Narasumber seminar Christina Anggreini selaku Regional Consumer Engagement Manager Gojek Sumatera Selatan mengatakan, saat ini orang berbondong-bondong pindah ke digital marketing dari pada konvensional. Dari segi marketing, menurutnya selain memang sedang tren, digital marketing lebih efisien dari sisi pembiayaan.

“Perbedaan digital dengan konvensional, dari cost-nya lebih hemat, lebih efisien dibandingkan offline. Satu konten bisa digunakan ribuan bahkan jutaan orang,” katanya, Jumat (15/5).

Namun, lanjutnya, tidak semua orang telah melek digital, atau akrab dengan digital. Untuk itu, bagi pemilik UMKM maupun orang yang belum akrab dengan digital atau platform di media sosial untuk memasarkan produk, ia menyarankan menggunakan digital yang saat ini dimiliki, misalkan WhatsApp messenger.

“Sebenarnya digital marketing ini jauh lebih luas dari pada cuma sosial media. Kalau digital marketing kita menggunakan semacam selebgram atau endorse, mungkin mahal, tapi ada cara lain yang jauh lebih ramah dengan kantong. Kita bisa menggunakan apa yang kita punya saat ini, WhatsApp messenger. Misalkan ibu-ibu usaha pempek, kita buat status di WA. Walaupun reach dan impression-nya hanya orang yang ada di kontak tapi secara tidak langsung, kita sudah buat pasar dalam situ,” jelasnya.

Selain itu, juga bisa gunakan promosi berbayar di media sosial, seperti instagram. “Kita bisa atur bujet dan berapa lama iklan akan tayang,” imbuhnya.

Ia menambahkan, untuk mulai menerapkan digital marketing, yang pertama harus dilakukan mengedukasi sumber daya manusianya, baru menyiapkan sarana prasarana yang dibutuhkan.

“Kita harus mengikuti zaman, kalau tidak kita akan ketinggalan. Karena itu juga harus adaptif, bisa beradaptasi dalam kondisi apapun,” pungkasnya.

Sementara, dr Mahrinasari dari MM FEB Unila berharap, ilmu yang dibagikan dalam business seminar series tersebut dapat bermanfaat bagi mahasiswa FEB Unila khususnya di bidang manajemen. (rur/sur)

Komentar

Rekomendasi