oleh

Pentingnya Kolaborasi Penelitian di Tengah Pandemi

RADARLAMPUNG.CO.ID – Era pandemi Covid-19 sudah tentu membatasi akses keluar, termasuk untuk penelitian bagi para akademisi atau siapapun yang mencintai ilmu. Untuk itu, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Lampung bersama Indonesia Marketing Association Bandarlampung mempersembahkan webinar untuk mengupas peluang ide riset di tengah pandemi.

Dekan FEB Unila Dr Nairobi berharap, dengan webinar tersebut akademisi maupun semua orang yang mencintai ilmu mendapatkan ide-ide menarik dari pembahasan pada webinar FEB tersebut.

“Semoga dari musibah ini kita bisa petik hal-hal positif dan nantinya dapat menghasilkan tulisan yang menggetarkan dunia,” ujarnya, Jumat (15/5).

Sementara, narasumber webinar Dr Muhammad Iqbal Fasa memaparkan, ide-ide riset yang bisa digunakan untuk penelitian di era pandemi ini. Seperti inovasi teknologi yang saat ini tengah gencar, sebab situasi saat ini memaksa untuk bekerja dari rumah, yang notabene menggunakan aplikasi online; apa yang bisa ditawarkan oleh Indonesia; kemudian, digital marketing pada online shop.

“Itu juga bisa menjadi salah satu ide. Karena sekarang ini dari offline menjadi online, pastinya ada strategi-strategi khusus. Kita bisa kulik strategi yang digunakan, pendapatannya berapa, kenapa bisa mencapai penghasilan yang luar biasa,” ujarnya.

Selain itu juga, ia menawarkan ide-ide riset lainnya, di antaranya solusi pelaku bisnis, solusi pengangguran, solusi pegawai dirumahkan, keadaan UMKM, dan lainnya.

“Misalkan kita angkat keadaan UMKM. Bagaimana kondisi UMKM yang ada di Indonesia dan bagaimana solusinya. Nanti rentetannya ini bisa ke hubungan sosial antar manusia. Tidak hanya UMKM-nya saja, tapi dampaknya bagaimana,” terangnya.

Iqbal juga menyampaikan, di kondisi saat ini penting berkolaborasi untuk penelitian. Sehingga, bisa menciptakan ide riset yang luar biasa dari berbagai sisi.

“Misalkan kolaborasi dosen senior, dosen junior, dan mahasiswa. Atau antar dosen dan peneliti. Bisa juga mengikuti berbagai komunitas peneliti se Indonesia,” pungkasnya. (rur/sur)

Komentar

Rekomendasi